Pulau William

Sejak kecil Wiliam, yang sehari-hari dipanggil Bill, sudah dideteksi sebagai anak jenius.Karena William lahir di negara maju [Amerika Serikat], maka dia mendapat-kan pendidikan anak dengan kebutuhan khusus. Berkat pendidikan yang tepat yang telah diberikan kepada William maka kecerdasan dan kemampuan berpikir William berkembang pesat. William atau Bill adalah seorang pemuda kulit-putih yang tampan dengan rambut hitam.Darah Asia dan Italia yang bercampur baur di tubuhnya membuat Bill tidak terlalu bule kulitnya dan tampil macho dan sexy !

Pada usia remaja William sudah berhasil lulus gelar Doktor [S-3, Ph.D.] dan menemukan berbagai hal baru. Entah apa. Aku tidak paham, karena aku gaptek [gagap teknologi] dan aku juga buta TI [Tehnologi Informasi] atau IT [Information Technology]. Salah seorang temanku mengatakan bahwa William menemukan atau mengembangkan sesuatu yang mirip dengan Friendster, Facebook atau Twitter, yang kemudian menghasilkan uang jutaan dollar Amerika Serikat [US $] .

Aku tak tahu, apakah seorang anak jenius atau anak indigo juga ada yang punya kecenderungan suka-sejenis [gay, homosex]. Tapi nyatanya, demikianlah halnya dengan William.Pada saat nama William sudah masuk daftar orang-orang kaya dan terkaya di dunia, dia baru berusia delapan-belas tahun.Tentu saja pada usia yang semuda itu nafsu-berahi atau libido William sedang hot-hotnya atau sedang pada puncaknya.Sebagai anak jenius, maka William bukan hanya pandai berpikir dan menciptakan berbagai hal baru di bidang IT, tetapi dia juga sangat inovatif dalam menciptakan permainan-permainan sex-sejenis.Fantasi atau khayalan sex-nya melambung ke angkasa seakan melampaui batas-batas atmosfir bumi!Salah satu fantasi William adalah memiliki surga [Surga Dunia] dimana dia bisa berbuat semaunya dan sesukanya.

Kebetulan salah satu hobby William adalah travelling.Dengan kekayaannya yang tak akan habis-habisnya sampai beberapa turunan, maka William bisa travelling kemana saja. Tapi salah satu favorit William adalah ke Pasifik Selatan.Di wilayah itu ada beberapa negara pulau kecil yang menjadi tujuan wisata di Pasifik.Bahkan kemudian William tertarik untuk tinggal di salah satu negara di Pasifik Selatan dan dia dianugerahi hak sebagai Warga Negara Kehormatan [Honorary Citizen]. Hak itu diberikan karena William telah membangun beberapa sekolah dan rumah-sakit bagi penduduk negara sialan itu dan dia juga dekat dengan orang-orang yang berkuasa disitu. Dengan uangnya yang hampir tidak terbatas maka William bisa berbuat apa saja!

Demikianlah, dengan status Warga Negara Kehormatan maka William diboleh-kan membeli dan memiliki tanah “eigendom” di negara kecil itu. William kemudian membeli sebuah pulau di utara. Pulau itu terpencil letaknya,luasnya kurang dari satu hektar dan sama-sekali tidak berpenduduk. Akan tetapi pulau itu banyak ditumbuhi tanaman sehingga suasananya seperti hutan kecil.

Dengan kekayaannya, William membangun sebuah rumah, dermaga, lapangan terbang kecil[air strip] dan berbagai fasilitas lain seperti pembangkit tenaga listrik mini dan instalasi penjernihan air. William lalu mempekerjakan beberapa remaja penduduk asli [semuanya laki-laki] untuk mengurus pulau itu dan melayani diri-nya.Tentu saja William hanya merekrut pemuda-pemuda yang berwajah tampan, bertubuh atletis,ketat-berotot,berkontol besar[sunat],berjembut dan berbulu ketek lebatt!William juga membayar suatu perusahaan penerbangan pesawat kecil New Zealand untuk membuat jadwal khusus singgah di pulaunya sebulan sekali.Di luar jadwal penerbangan itu,maka pulau milik William itu hanya bisa dijangkau dengan kapal atau perahu melalui jalur laut.

RETURN TO EDEN

William memberi nama pulau miliknya itu Return to Eden [Kembali ke Eden] yang disingkat RTE dan William sangat suka tinggal disitu.William tak perlu memindah -kan kantornya, meskipun basis usaha William [Markas Besar, Head Quarters] terletak di Pantai Barat Amerika [San Francisco].Sebab,dengan IT atau Informasi Tehnologi modern maka William pun bisa mengendalikan kantornya dari RTE itu dengan telepon,e-mail faksimili atau cara lainnya. Sejak memiliki RTE, William hampir tidak pernah lagi pulang ke daratan Amerika Serikat [mainland].

Sebagai seorang lelaki gay tentu saja Wiliam amat terpikat pada lelaki penduduk asli Pasifik Selatan itu! Betapa tidak, lelaki disana berkulit cokelat-terang dengan tubuh besar,kekar,atletis,berotot.Sebagai lelaki homosex[dan seperti terjadi pada semua laki-laki homosex] maka sejak masih umur empat tahun William sudah ter-tarik secara sexual pada sesama jenis. Meskipun William orang kulit putih tetapi dia menyukai lelaki yang berkulit coklat atau hitam yang dianggapnya lebih sexy!

Setelah beberapa kali berkunjung ke negara Pasifik Selatan itu William juga jadi tahu bahwa kontol lelaki disana juga besar-besar semua dan disana dianut tradisi sunat. Karena, mereka itu satu rumpun dengan bangsa Samoa dan Maori yang menganut tradisi sunat pada lelaki. Sehingga, semua penduduk asli lelaki dewasa dan remaja disana sudah tidak-berkulup lagi [cut]. Mereka “dipotong kulupnya” pada usia menjelang remaja dalam suatu upacara tradisional yang hanya boleh dihadiri oleh lelaki dewasa. Dalam upacara itu pemuda remaja yang akan disunat berbaring terlentang di tanah dalam keadaan bertelanjang bulat.Beberapa orang laki-laki yang kekar dan kuat memegangi tangan dan kaki pemuda itu kuat-kuat agar tidak bergerak atau berontak waktu kulupnya dipotong!. Kemudian seorang dukun menarik kulup pemuda itu jauh-jauh ke depan dan dengan sebilah pisau dukun sialan itu memotong kulup pemuda itu:”Sret!”.Diikuti jerit kesakitan pemuda itu :”AGH!”,dan potongan kulup pemuda itu terlempar berlumuran darah.Mereka yang hadir pun bersorak dan bertepuk-tangan sambil berteriak serentak secara bersama-sama [in unison], kata mereka:

“HE IS NOW A MAN!”,artinya kira-kira:”DIA SUDAH JADI LELAKI SEKARANG!”Lalu sang dukun mengolesi luka-sunat pemuda itu dengan minyak-sunat dan pemuda itu dibiarkan telanjang-bulat dalam keadaan sangat kesakitan! Agar dia merasa-kan sendiri betapa nyerinya proses menjadi laki-laki dewasa: “The Passage to Manhood”.

Tentu saja William suka sekali hadir di acara sunatan pemuda seperti itu.William terangsang melihat geliat-gelinjang kaget [karena amat kesakitan] dari pemuda yang disunat itu.William juga suka sekali melihat tarikan rona kesakitan di wajah pemuda remaja yang disunat itu! Sambil menonton acara penyunatan itu, diam-diam kontol William pun tegang-mengeras : ngaceng !

Uniknya, karena semua yang hadir lelaki dan acara selalu dilakukan ditepi pantai dan demi “solidaritas” dengan pemuda yang disunat, maka semua mereka yang hadirpun bertelanjang bulat!William suka-sekali melihat lelaki penduduk asli yang kekar,berotot,berkulit coklat terang,dan berkontol besar itu bertelanjang-bulat. William juga tak mau kalah dan dia juga ikutan telanjang-bulat – meskipun setiap kali melihat pemuda yang disunat itu tergelinjang kaget karena kesakitan – kontol William jadi ngaceng !!! William juga rajin menjaga bentuk tubuh dan ototnya.Dia juga sudah sunat dan ukuran kontolnya juga lumayan gede,maklum dia berdarah Caucasian [Kulit Putih, Eropa].

PERMAINAN CABUL

William sudah lama ketagihan main-cabul dengan penduduk asli negara sialan itu.Penduduk asli di negara itu amat terbuka pada pembaharuan dan perubahan. Oleh karena itu,ketika William memperkenalkan hubungan sex-sejenis – pemuda-pemuda remaja [lelaki] disana tak ragu-ragu untuk mencoba dan menikmatinya. Apalagi William kemudian memberi sekedar tip pada pemuda remaja lelaki yang baru dicabulinya.Lapangan-kerja sangat terbatas di negara pulau itu. Banyak di antara angkatan kerja negara itu yang pergi ke Australia dan New Zealand untuk mencari pekerjaan.Sebagian dari para pemuda itu ikut recruitment scheme yang disediakan Australia setiap musim panen buah-buahan.Para pemuda itu direkrut dan lalu dipekerjakan sementara – sebagai pemetik-buah di Australia!

“Lapangan-kerja baru” yang diperkenalkan William di ibu-kota negara itu [yaitu pasang-badan untuk dicabuli] segera tersebar dari mulut ke mulut. Akibatnya, sebelum William pindah ke pulaunya, banyak pemuda remaja yang datang ke hotel tempat William menginap di ibu-kota negara itu untuk menawarkan dirinya jadi pelampiasan nafsu William.Jika pemuda yang datang memenuhi selera-cabul William, maka pemuda itupun “dipakai” selama beberapa hari untuk dicabuli.

Bahkan William suka menyuruh pemuda yang sedang dipakainya untuk telanjang bulat sepanjang hari di kamar hotel.Sehingga, William bisa menggerayangi tubuh pemuda remaja itu, mengisap kontolnya, atau menyodomi silitnya [lobang pantat, bool] kapan saja dia mau! Jika pemuda yang datang itu tidak memenuhi selera cabulnya,maka William pun memberinya tip sekedarnya dan menyuruhnya pergi!

William juga suka sekali melihat pemuda-pemuda Pasifik main rugby bertelanjang -dada.Otot-dada mereka amat menonjol ke depan dan dihiasi oleh sepasang puting-susu yang tegang dan melenting. Perut mereka rata dan membentuk six-pack,berkat kegiatan fisik mereka mendayung perahu di laut setiap hari untuk mencari ikan!Bulu-ketek lelaki Pasifik Selatan umumnya lebat semua dan William suka melihatnya! Pada waktu pemuda-pemuda itu berlatih rugby, William betah sekali menonton berjam-jam.Sebetulnya,dia bukan menonton pertandingan rugby yang “hanya begitu-begitu saja”,melainkan dia “menonton” tubuh ketat telanjang dada dan bulu-ketek serta bulu-perut mereka[kalau ada].

Oleh karena itu, William juga membangun lapangan olah-raga di Pulau Return to Eden itu.Sehingga dia juga bisa menyaksikan pertandingan rugby yang dilakukan para kacungnya. Semula William menyuruh kacung-kacungnya main rugby ber- telanjang-bulat. Tapi kemudian William jadi khawatir kalau biji-peler mereka jadi kondor [burut,hernia] akibat berolahraga tanpa kancut penahan biji-peler.Karena itu William mendesain [merancang] pakaian-dalam laki-laki [suatu suppoter atau jockstrap] yang bisa menahan biji-peler, agar tidak kondor.Tapi bagian kontolnya tetap terbuka.Sehingga kontol si pemakai tampak “nongtot” keluar dan William dapat memandangi kontol kacung-kacungnya sepuas-puasnya waktu mereka sedang main rugby! Ta’i !

Waktu cerita ini ditulis, kacung-kacung William sudah biasa main rugby mengena-kan supporter rancangan William itu,yang bagian kontolnya terbuka.William amat terangsang melihat kacung-kacungnya yang berkulit coklat,bertubuh kekar,ketat berotot itu main rugby nyaris telanjang-bulat dengan kontol mereka nongtot dari jockstrap rancangan William itu.Oleh karena itu sambil William menonton rugby di pulaunya itu William juga diam-diam ngeloco sampai pejuhnya jadi muncrat: CROOOOT! CROOOOT! CROOOOT!

TELANJANG BULAT

Di Return to Eden William menyuruh pemuda-pemuda yang bekerja jadi kacung-nya untuk bertelanjang-bulat sepanjang hari.Para pemuda penduduk asli itu tak keberatan bertelanjang-bulat, karena di desa-desa mereka, mereka juga biasa hanya berpenutup sekedarnya – yaitu sarung pendek tanpa baju. William sendiri juga ikutan, dia selalu telanjang bulat saja. Apalagi mereka jadi bisa menghemat pakaian mereka.Untuk menetralisir bau-badan pemuda-pemuda Pasifik Selatan itu William menerapkan “hukum besi wajib mandi dua kali sehari” kepada para kacung-nya.Mereka juga diharuskan mengoleskan deodoran stick di kedua belah -ketiak mereka setiap beberapa jam sekali. Deodoran-stick itu dibeli oleh William dan diimpor langsung dari New Zealand atau Australia.

Untuk menghilangkan bau-badan para kacungnya,dengan kekayaan pribadinya, William juga berkonsultasi dengan para dokter spesialis kulit,ahli kosmetik, dan pakar obat tradisional Cina dan Asia Tenggara. Setahun kemudian pakar-pakar yang disewa William berhasil menemukan ramuan yang mampu menghilangkan bau-badan para remaja Pasifik Sialan sialan itu.Bulu-ketek mereka juga tak perlu dicukur untuk mencegah bau-badan!William lalu membeli paten obat bau-badan sialan itu agar dia bisa memproduksi dan menjualnya ke pasar kapan saja dia mau atau dipakai sendiri untuk menghilangkan bau-badan kacung-kacungnya!

Jika berada di pulaunya,maka kemana-mana William selalu didampingi oleh salah seorang kacungnya itu.Jika sedang menonton TV atau sedang santai berbaring dipantai,selalu ada seorang pemuda penduduk asli yang mendampinginya.Dalam keadaan begitu tangan William selalu aktif dan pro-aktif menggerayangi bagian -bagian tubuh pemuda yang berada di sampingnya itu [telanjang-bulat].Bagian tubuh kacung-kacungnya yang jadi favorit yang dan sering digerayangi William adalah : puting susu, dada, perut, kontol, biji-peler, ketiak dan hamparan jembut! Kegiatan rutin itu selalu berakhir dengan acara perlocoan [pengonanian] kontol pemuda itu sampai pejuhnya muncrat keluar : CROOOOOOT! CROOOOOOT! CROOOOOOT!Pemuda-pemuda remaja itu merasa OK-OK saja diloco kontolnya oleh William, karena memang mereka sedang berada dalam usia “suka ngeloco” [coli, onani, masturbasi] atau sedang berada dalam masa yang dikenal sebagai: “spermy youth period” [masa remaja penglocoan].

Sekali-sekali William juga menyodomi lobang-pantat pemuda-pemuda itu atau William yang minta boolnya dientot oleh pemuda-pemuda sialan itu[gantian].Jika sedang kemaruk lelaki, maka William juga tidak ragu mengisap kontol pemuda- pemuda itu dengan mulutnya.Tentu saja sampai pejuh mereka muncrat keluar : CROOOOOT! CROOOOOT! CROOOOOT! Pejuh yang muncrat itu langsung dihirup dan ditelan oleh William.

Supaya kacung-kacungnya mempunyai vitalitas tinggi dan tetap bisa ngaceng keras dan lama,serta mampu terus-menerus mengeluarkan pejuhnya setiap saat, maka William memesan Ginseng Peru [Maca] untuk menambah gairah-sexual, berahi, libido, dan vitalitas sexual dirinya dan para kacungnya!Selain itu,secara rutin, William juga membagikan Viagra dan Cialis kepada kacung-kacungnya itu!

William juga menjaga menu-makanan pemuda-pemuda remaja yang jadi kacung-nya itu.Secara khusus William mengimpor daging-kambing dan telor-ayam dari New Zealand atau Australia agar kacung-kacungnya bisa makan daging-kambing dan telor tiap hari dan kontol mereka jadi ngacengan seperti kontol Arab. Kacung -kacungnya juga disuruh minum madu Arab yang diimpor dari Saudi Arabia atau Yaman.Menurut William,madu Arab sangat manjur untuk meningkatkan libido dan produksi pejuh.Majoon juga diimpor dari India agar dapat ditenggak oleh kacung-kacung William dengan dosis tiga kali seminggu.

Oleh karena itu, semua kacung William di Pulau Return to Eden [yang semuanya selalu harus bekerja sambil telanjang-bulat itu],kontolnya selalu tampak sedang ngaceng-berat [atau sedang setengah ngaceng]!Kacung yang sedang setengah ngaceng adalah kacung yang kontolnya barusan diloco William sampai pejuhnya muncrat-keluar tak tertahan :CROOOT! CROOOT! CROOOT! Banyaaak sekali! Sedangkan William sendiri sudah ngacengan dari sononya.Sebab kontol dan biji -peler William memang gede banget – ukuran monster cock – nyaris menyamai ukuran kontol kuda Arab atau kuda Australia ! Padahal William juga masih ikutan makan daging-kambing,telor-ayam,madu Arab dan dia masih menenggak Viagra, Cialis, Maca, dan Majoon bersama kacung-kacungnya.Tak heran jika William jadi hypersex ! Kata William :

“That is what I want : Paradise on Earth.”, artinya: “Itu yang gw mau-in : Surga Dunia”.

Pernah suatu pagi William iseng dan dia mengocoki kontol beberapa pemuda yang jadi kacungnya di Return to Eden itu dan William tak menyia-nyiakan pejuh kental para pemuda Pasifik Selatan itu.Oleh karena itu William menghirup seluruh pejuh mereka yang muncrat pagi itu, sampai perutnya kekenyangan ! Ternyata, pagi itu ibu William dari Amerika meneleponnya dan bertanya :

“Have you had your breakfast Bill”,artinya :”Loe udah sarapan blon,BIll ?”, dan dengan enteng William menjawab :

“Yes Mum.I had. I’m full”, artinya : “Iye Nyak. Udeh sarapan. Aye udeh kenyang”. Tentu saja maksud William perutnya kekenyangan akibat minum pejuh pemuda-pemuda Pasifik Selatan itu. William pernah menceritakan gaya hidupnya di Pulau Return to Eden itu kepada temannya yang tinggal di Belanda.Kebetulan teman-nya yang orang Belanda itu sama seperti William – juga lelaki homosex – dan dia berdecak kagum mendengar cerita William. Katanya dalam Bahasa Belanda :

“Lekker leven,zeg!”, artinya “Wah hidup enak, ya!”

About sobatabc

I'm just an imperfect man.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s