Persiapan Prajurit Baru

DARRIO

Temanku Darrio[Cedarrio] adalah mahasiswa kedokteran.Entah dia sudah duduk di semester berapa. Umurku jauh lebih tua dari Darrio, tetapi kami seperti teman seumur.Tidak jelas apakah aku yang berjiwa muda atau Darrio yang berjiwa tua. Sebab, umurku sudah hampir 30 tahun, sedangkan umur Darrio belum 20 tahun. Kami sering jogging bareng di jogging track di sekitar apartemenku.Darrio tinggal bersama orang-tuanya di suatu komplex perumahan mewah tidak jauh dari situ. Akibat bergaul dengan cowok remaja ganteng seumur Darrio,aku jadi makin ber-semangat jogging,latihan fisik dan latihan beban.Apalagi kalau sedang jogging, Darrio selalu mengenakan celana pendek dan kaos tanpa lengan [singlet]. Aku suka melihat lengannya yang kekar berotot dan mencuri pandang bulu-keteknya yang hitam lebat,tumbuh rapat,terjepit di bawah lengan atasnya! Indah dan sexy sekali! Apalagi tubuh Darrio bagus,ramping dan atletis,ketat,berotot indah.Wajah -nya tampan,kulitnya putih bersih. Seperti aku juga, selain Darrio gila latihan fisik dan latihan beban, dia juga suka ngobrol. Biasanya kami ngobrol selesai jogging dan sesudah melakukan pendinginan, sambil duduk-duduk di pinggir lapangan rumput. Salah satu cerita Darrio yang aku ingat adalah tentang temannya yang lain yang dipanggilnya Bang Albert.

CERITA DARRIO

[1. Phillibert

Aku kenal dr. Phillibert waktu ada reuni dokter-dokter alumni fakultas kedokteran tempat aku kuliah.Waktu itu aku bantu-bantu jadi panitia. Aku tertarik untuk coba berkenalan dengan dr.Phillibert – salah seorang alumni- yang penampilannya simpatik,menarik,atletis,dan awet muda. Padahal umurnya sepuluh tahun lebih tua dari aku.Boleh jadi keinginanku berkenalan dengan dr Phillibert muncul dari dorongan di lubuk hatiku yang paling dalam – yang suka sejenis [gay,homosex] dan doyan cowok cakep yang bertubuh atletis. Aku amat tergoda melihat lengan dr. Phillibert yang atletis dan berotot indah.Ingin rasanya aku memeluk-meluk dan menciumi lengan berotot indah dokter alumni sialan itu !

Nama Phillibert unik juga. Ada yang bilang itu nama Perancis, bahkan ada yang mengatakan bahwa Phillibert adalah nama salah seorang presiden negara Afrika[Madagaskar atau Malagasi] yang pertama, yaitu Phillibert Tsiranana. Kebetulan ibukota Madagaskar adalah Tananarivo atau Tananarive [bunyinya mirip dengan bunyi “Tsiranana”].Nama ibu kota itu kelak diganti menjadi Antanarivo.Aku pernah mendengar nama Robert,Albert,Gilbert,Lambert,dan Audibert,tapi nama Phillibert baru pertama kali aku dengar waktu itu.Ternyata dr Phillibert sehari-hati biasa dipanggil Albert. Semula aku memanggilnya dr. Albert,tetapi setelah pertemanan kami makin erat dia minta aku memanggilnya “Bang Albert” saja. Pertemananku dengan Bang Albert terus berlanjut. Mungkin Bang Albert merasa cocok dengan aku.Bang Albert juga hobby olah-raga dan beladiri.Sejak aku kenal Bang Albert, aku sering diajak latihan ikut karate bareng teman-teman Bang Albert.Rupanya Bang Albert adalah seorang dokter militer.Sekali-sekali aku diajak berkunjung ke komplex kesatuannya,suatu unit pendidikan latihan [diklat] pasukan elite. Bahkan aku pernah juga diajak bantu-bantu di klinik tempatnya bekerja.Kata Bang Albert:

“Darrio.Kamu ‘kan mahasiswa FK,kamu bisa bantu-bantu aku disini”, sebetulnya yang seperti itu tidak boleh aku lakukan.Karena aku belum tamat dokter dan aku juga belum dilantik jadi dokter.Tapi aku diam dan menurut saja.Aku pikir,toh Bang Albert tentara,kalau terjadi apa-apa biar dia yang menyelesaikan “secara militer”. Aku jadi seperti asistennya di klinik.Bahkan aku dibuatkan semacam SPRIN[Surat Perintah] dari atasan Bang Albert yang menunjuk [atau “memerintahkan”] aku membantu Bang Albert di klinik sialan itu.Sehari-hari praktis Bang Albert harus mengerjakan semuanya sendiri di klinik, kecuali menyapu dan mengepel klinik. Tapi Bang Albert kelihatannya enjoy dan bekerja rapi dan efisien. Seperti umum-nya dokter-militer [laki-laki] yang bertugas di kesatuan operasional [bukan staf], Bang Albert juga punya tugas sebagai pelatih atau instruktur militer. Belakangan aku tahu bahwa kalau sedang jadi pelatih atau instruktur latihan maka Bang Albert terkenal paling suka PLAKK!PLOKK!PLAKK!PLOKK! menampar pipi siswa latihan,atau BAK!BUK!BAK! BUK! menonjok tubuh siswa atau CEPRAT!CEPRET!CEPRAT!CEPRET! menghajar tubuh siswa dengan pecut rotan atau cambuk kuda [bull whip]!Biasanya untuk kekeliruan sepele,seperti:”berdiri kurang tegap” atau “bicara kurang keras”!Akibat lecutan itu,kulit siswa pasti lecet berdarah ! Untuk membantu Bang Albert,tentu saja aku harus membagi waktu antara kuliah dan tugasku di klinik.Untunglah Bang Albert sangat peduli dengan kuliahku dan tidak mau kuliahku terganggu karena tugasku di klinik.Oleh karena itu aku hanya bantu-bantu di klinik militer itu jika ada waktu luang.

Aku juga pernah diajak ke rumah dinas Bang Albert di komplex diklat militer itu. Bang Albert tidak[belum] berkeluarga dan tiap hari ada seorang prajurit yang ber-tugas mengurus rumahnya. Para prajurit yang bergantian tugas di rumah Bang Albert adalah para prajurit yang sedang ikut latihan di diklat militer itu. Suatu kali, aku diajak menginap di rumah Bang Albert. Anehnya,pagi hari sekitar jam 05:00 pagi, aku dapati prajurit yang bertugas di rumah Bang Albert sedang menyapu dan mengepel rumah Bang Albert dalam keadaan telanjang-bulat. Waktu melihat aku,prajurit itu juga tidak tampak terkejut.Dia menghentikan kerjanya, langsung sikap sempurna, dan mengucapkan :”Selamat pagi”.

Di kala subuh itu, mau tidak mau, suka tidak suka, aku amat terangsang melihat ketampanan dan ketelanjangan prajurit remaja itu.Apalagi dibawah pusarnya ber-baris bulu-bulu perut berwarna hitam yang menjalar ke bawah,terus bersambung dengan hamparan jembutnya.Amat sexy!Kontol prajurit remaja itu tampak sedang tegang.Mungkin karena di pagi hari konsentrasi hormon testosteron pada lelakl biasanya meningkat. Mungkin itu pula yang membuat kontolku juga jadi tegang! Ketika itu aku keluar kamar karena haus ingin minum. Aku mengenakan celana boxer telanjang dada saja.Terus terang, aku mengenakan celana boxer karena aku keluar kamar. Sebetulnya,di dalam kamar tidur itu, aku dan Bang Albert juga tidur dengan “cara militer” alias : tidur bertelanjang bulat!

Agaknya bekerja di rumah Bang Albert dalam keadaan telanjang-bulat adalah sesuatu yang mungkin memang diwajibkan.Tapi aku tidak menanyakan hal itu kepada Bang Albert. Aku menyimpan apa yang aku lihat di rumahnya rapat-rapat sebagai rahasia. Waktu hari agak siang,di halaman belakang yang sekelilingnya berpagar tembok tinggi itu – aku melihat prajurit itu sedang mencuci mobil dinas Bang Albert bertelanjang-bulat.Selesai mencuci mobil,dia juga menjemur pakaian Bang Albert yang baru dicucinya – juga dalam keadaan telanjang-bulat.Tubuhnya yang telanjang-bulat tampak basah berkilat-kilat oleh keringat yang membancir – akibat kerja fisik yang harus dilakukan sepanjang subuh itu.Tentu saja aku amat-terangsang melihat tubuh telanjang prajurit pasukan elite yang atletis dan berkilat -kilat itu.Dengan kontolnya yang besar [sunat], beserta,jembut dan buku-ketek-nya yang lebat !

2. Jadi asisten Bang Albert

Suatu kali,Bang Albert minta aku membantunya di klinik militer.Karena ada sekitar 100 prajurit baru yang akan selesai mengikuti semacam latihan dasar pasukan elite selama tiga bulan.Sebelum mereka ditempatkan di kesatuan tempat mereka bertugas,mereka harus menjalani pemeriksaan kesehatan.Bang Albert minta aku membantunya.Supaya praktis, ke 100 orang prajurit itu diperiksa sekaligus dalam waktu sehari dengan satu hari “proses lanjutan”.Mula-mula aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan “proses lanjutan” itu. Kata Bang Albert :

“Dari pada kerja bolak-balik,capek! Sekali saja nggak apa-apa, ditambah sehari lagi “proses lanjutan”.Jadi total dua hari”,aku tidak mengerti bagaimana mungkin seorang dokter bisa memeriksa kesehatan 100 orang dalam satu hari.Tapi Bang Albert meyakinkan aku, katanya :

“Kalau diatur dengan baik. Tak akan lama. Paling-paling sampai sore”. kebetulan waktu itu aku sedang liburan kuliah, sehingga aku leluasa bantu-bantu di klinik. Seperti yang sudah disampaikan Bang Albert kepadaku,supaya praktis ke 100 prajurit baru itu diperiksa di aula kesatuan diklat itu.Bang Albert dibantu aku dan seorang perawat militer laki-laki akan memeriksa mereka. Selain itu, tiga-orang anggota provos akan mengawasi ketertiban dan tiga orang prajurit baru akan diperintahkan membantu.Jadi,seluruhnya ada sembilan orang yang bertugas dan pemeriksaan akan dimulai pukul 05:00 pagi tepat.

Pada hari yang ditentukan,aku hadir di aula kesatuan sialan itu. Di tengah aula besar itu ada dua meja: satu besar dan satunya lebih kecil dengan sebuah kursi di dekatnya. Kemudian ada alat pengukur berat dan tinggi badan.Di sampingnya ada dua meja kecil, masing-masing dengan dua kursi.Waktu aku datang,aula itu masih kosong.Tak lama kemudian ada tiga orang yang datang.Dari bentuk tubuh, potongan rambut dan keremajaan wajahnya, aku yakin mereka itu prajurit baru. Agaknya mereka itu adalah prajurit yang membantu Bang Albert untuk periksa kesehatan sejawat mereka. Sebab, mereka langsung berdiri di tiga titik di tengah aula.Begitu melihat aku,mereka menghormat aku secara militer dan mengucap-kan “Selamat Pagi” – seakan aku adalah atasan mereka Anehnya,ketiga prajurit baru itu telanjang bulat! Mungkin karena mereka akan diperiksa kesehatannya. Meskipun telanjang-bulat, mereka berdiri tegap dan berjalan dengan langkah militer.Mereka bicara jelas dan tegas!Seperti anak Sparta di zaman Yunani Kuno yang harus bicara dengan gaya “laconic” [pendek-pendek, jelas, dan tegas].

Ketika itu nafsu berahiku naik ke otak melihat ketampanan dan ketelanjangan ke tiga prajurit baru pasukan elite itu. Semuanya bertubuh indah,atletis,dan berotot ketat!Kontol mereka sungguh “kontol pilihan”.Diameter yang besar,barangkali tak kalah gedenya dengan ukuran kontol RG, papanya Sean. Kepala kontol [glans penis] mereka berbentuk tudung jamur,berwarna merah-ungu.Dengan lobang kencing yang terkesan “menganga” seperti mulut-ikan!Jembut mereka berwarna, hitam, lebat,tumbuh rapat, dan luas di bagian pangkal kontol mereka!Tak tampak semilimeter-pun ada sisa-kulup yang tertinggal di kulit kontol mereka – yang ter-sunat ketat itu[high and tight].Jika mereka berjalan,kontol mereka “bergerak” ke kiri dan ke kanan seperti bandul – mungkin karena besar dan mantapnya kontol mereka itu.Otot dada mereka amat menonjol kedepan ditancapi sepasang puting-susu yang tegang-melenting dan dengan perut yang teramat six-packs! Barang-kali ketiga prajurit baru itu lebih tepat jadi model,Abang Jakarte atau jadi penari striptease dari pada jadi tentara – apalagi kalau “hanya” jadi prajurit.

Pastilah tubuh indah mereka itu hasil latihan fisik dan latihan beban intens yang dipaksakan selama latihan 3 bulan itu – dengan kejam dan sadis di bawah hujan lecutan cambuk,pukulan dan “tamparan tangan Brajamusti” para instruktur militer. Sepintas terlihat beberapa parut bekas luka di tubuh telanjang bulat para prajurit sialan itu!Khususnya di bokong dan paha mereka! Pasti itu “tanda-tangan” para instruktur yang ditorehkan dengan ayunan cemeti yang keras yang merobek kulit tubuh para prajurit baru itu! Dengan parut bekas luka dibagian bokong dan paha seperti itu,bagian yang biasanya tertutup celana, maka pastilah,saat itu,mereka dihajar dalam keadaan telanjang-bulat!

Tak lama kemudian datang tiga orang provos pasukan elite,mereka berpakaian dinas.Tapi mereka segera melepas baret-biru dan kemeja militernya kemudian menyimpan di lemari yang ada disitu! Sehingga ketiganya hanya mengenakan singlet militer-hijau.Otot lengan[biseps] mereka yang besar jadi tampak nyata dan bermakna. Kalau oleh suatu sebab mereka mengangkat lengannya ke atas, aku bisa melihat bulu-ketek mereka yang tumbuh memanjang di sepanjang dataran ketiak mereka – amat sexy ! Diam-diam aku jadi menggigil dan merinding karena amat terangsang.Aku memang selalu terangsang jika melihat provos[CPM] kekar. Sebab,mereka terkenal sadis dan suka menyiksa tahanan.Apalagi mereka semua menggenggam sebilah pecut rotan berdiameter sekitar 1 cm!Kontolku menegang amat keras!Saking tegangnya terasa agak sakit,sampai-sampai pre-cum [cairan mazieku] terpancar keluar seer..seer..seer..! Lobang kencingku pun jadi lengket ke kain kancutku yang disainnya minim,ketat,dan rendah[maximum exposure] itu.

Selanjutnya perawat militer [laki-laki] masuk.Tak lama kemudian barisan prajurit baru itu mulai masuk ke aula. Aku hampir tak percaya! Sebab, semuanya sudah dalam keadaan telanjang bulat.Suasananya sunyi-senyap.Tak ada suara sedikit -pun kecuali suara aba-aba dari komandan masing-masing barisan dan suara langkah barisan prajurit baru pasukan elite yang semuanya telanjang bulat itu ! Di leher mereka ada kalung rantai logam yang digantungi nomor urut mereka! Melihat pemandangan seperti itu,kontolku yang sudah mulai layu karena baru saja keluar cairan mazie jadi menegang lagi!Badanku terasa lemas diakibatkan rangsangan berahi yang amat menggila di otak dan kontolku itu !

Tepat jam 05:00, Bang Albert tiba, salah seorang provos menyampaikan laporan dan pemeriksaan dimulai. Prajurit nomor urut-1 diukur tinggi dan berat badannya oleh seorang prajurit yang masuk anggota tim dan bekerja sambil telanjang-bulat. Kemudian aku memeriksa nadi dan tekanan darahnya.Tekanan darah diperiksa dua kali.Pemeriksaan kedua dilakukan setelah prajurit itu exercise, yaitu push up dan sit up 50 kali telanjang-bulat. Prajurit nomor urut-1 itu tampak kontolnya jadi tegang [ngaceng] setelah dia melakukan push up dan sit up telanjang-bulat.Lalu prajurit itu diambil darahnya oleh perawat. Dia harus mengeluarkan kencingnya dan menampung di sebuah botol di situ. Sisa kencing yang masih ada di dalam kandung-kencingnya dikeluarkan ke dalam sebuah ember.Setelah itu prajurit itu harus onani untuk mengeluarkan contoh pejuhnya yang kemudian ditampung dalam botol. Waktu itu kontol prajurit itu masih tampak tegang, karena barusan push up dan sit up telanjang-bulat.Sebab itu,dia dengan mudah mengocok kontol -nya [onani] sebentar dan kemudian : CROOOOT!CROOOT!CROOOOT! Cairan putih [pejuh] tampak berdenyut-denyut terpancar keluar dari lobang kencingnya yang langsung ditampung dalam botol. Prajurit itu tidak tampak kemalu-maluan -biasa saja! Aku kagum akan rasa percaya diri dan sikap kelaki-lakian dan sikap militeristik prajurit remaja itu.Melihat kegiatan perlocoan itu[masturbasi] aku makin tambah terangsang,seakan tubuhku bergetar-getar.Maka,terpaksa, sambil duduk di kursi diam-diam aku memaju-mundurkan panggulku seperti ketika aku sedang mengembat lobang-pantat seorang cowok.Sekedar untuk menambah rasa nikmat di kontolku!

Selanjutnya prajurit itu disuruh makan roti,telur rebus,dan minum teh manis,masih dalam keadaan telanjang-bulat.Sebab, dua jam setelah sarapan prajurit itu akan diambil lagi contoh darah dan kencingnya. Para prajurit sialan itu memang harus puasa sejak malam sebelumnya ! Aku bisa melihat bahwa pejuh prajurit itu masih meleleh-leleh dari lobang kencingnya. Bahkan sekali-sekali aku lihat pejuh-nya tampak menetes ke lantai aula sialan itu.

Setelah itu dia diperiksa tubuhnya oleh Bang Albert dalam keadaan terlentang – masih telanjang bulat – di atas meja besar.Bang Albert juga secara khusus juga memeriksa apakah kontol prajurit itu benar-benar sudah sempurna sunatnya.Jika prajurit itu sudah sunat – tetapi masih ada sisa kulupnya,maka Bang Albert akan mengukur berapa milimeter sisa-kulup yang masih ada. Jika kulup yang tersisa masih cukup banyak,maka keesokan harinya prajurit itu disunat ulang.Begitu pula prajurit yang tidak atau belum sunat juga langsung akan disunat keesokan hari-nya – secara militer [tanpa anestesi].Ketika kontolnya dipegang Bang Albert dan sisa-kulupnya ditarik-tarik,kontol prajurit muda yang masih tok-cer itu,tampak jadi menegang sampai kepala kontolnya [glans-penis] jadi merah-ungu berkilat-kilat seperti hati atau tembolok ayam ketika isi perutnya disiangi setelah disembelih!

Selesai tubuhnya diperiksa,dalam keadaan terlentang dan masih telanjang-bulat, prajurit itu diperintah menekuk kedua pahanya keatas – sambil dipegangi tangan -nya – agar lobang-pantatnya bisa diperiksa oleh Bang Albert [rectal toucher ?]. Ketika itu,orang-orang yang berada dekat situ pun dapat melihat lobang pantat prajurit itu dengan jelas,terpapar [exposed] kepada semua yang hadir.Lalu Bang Albert merojok-rojok lobang pantat prajurit itu dengan telunjuknya.Tangan Bang Albert dibalut handschoen karet.Rupanya dengan sengaja Bang Albert memijat kelenjar prostat prajurit itu pelan[massage prostat?].Sebab,tidak lama kemudian : CROOT!CROOT!CROOT!,pejuh prajurit itu muncrat lagi spontan tak terkendali ! Padahal prajurit itu barusan onani dan baru saja mengeluarkan pejuh.Bahkan, akibat massage prostat, pejuhnya muncrat tanpa kontolnya ngaceng lebih dulu. Pejuhnya muncrat di perut dan hamparan jembutnya.Setelah selesai diperiksa Bang Albert,aku lihat tubuh prajurit itu berlumuran pejuh.Dari lobang kencingnya juga masih terlihat pejuhnya keluar meleleh-leleh dan berceceran di lantai aula!

Begitulah,pemeriksaan dilanjutkan dengan prajurit nomor berikutnya.Semuanya berlangsung cepat,tepat dan sistematis.Sekali-sekali aku dengar perintah provos berbisik, nadanya keras dan tajam, agar para prajurit itu bergerak lebih cepat ! Diseling suara keras CEPRET! CEPRET! atau JEPRETT! JEPRETT!,yaitu suara lecutan rotan yang beradu dengan kulit tubuh prajurit muda yang telanjang-bulat yang dihajar provos. Karena dinilai lambat atau gerakan push up dan sit upnya kurang sempurna!Seorang prajurit juga dihajar dengan lecutan rotan oleh provos karena lambat “menegangkan kontolnya”, waktu dia harus menyerahkan contoh pejuhnya.Mungkin karena amat ketakutan,setelah dipecut dengan rotan bokong, paha dan punggungnya,prajurit itu langsung pejuhnya muncrat :CROT!CROT! CROT!Sehingga dia harus cepat-cepat memasukkan batang-kontolnya ke dalam botol yang tersedia dan susah payah menampung muncratan pejuh yang masih tersisa di botol itu. Sebab, muncratan pejuhnya yang awal – terlanjur berceceran di lantai aula – tak sempat ditampung dalam botol!Sekitar jam 13:00 pemeriksaan kesehatan ditunda satu jam untuk makan siang.Tim pemeriksa dan para prajurit baru itu makan siang.Para prajurit itu mendapat nasi-kotak dan mereka makan siang bertelanjang-bulat.Seluruh proses itu sudah selesai pada pukul 18:00.

3. Main cabul dengan Bang Albert

Malamnya aku terpaksa menginap di rumah Bang Albert – sebab, aku sudah janji kepadanya. Seperti biasa, Bang Albert tidur di lantai hanya beralas plastik tipis bertelanjang-bulat. Kepalanya disangga karton tebal, aku juga terpaksa harus menyesuaikan. Malam itu aku gelisah sekali, ingin ngeloco untuk melampiaskan nafsu berahiku yang menggebu sepanjang hari. Kontolku terasa makin kencang dan menegang.Mungkin karena di sampingku berbaring Bang Albert lelaki yang makin aku kenal makin membangkitkan nafsu berahiku.Agaknya Bang Albert bisa merasakan kegelisahanku! Sambil berbaring terlentang bertelanjang-bulat Bang Albert berkata:

“Kenapa kamu gelisah Darrio?”, lalu Bang Albert merengkuh tubuhku dengan tangannya yang kuat.Tangan dan lengan yang sehari-harinya digunakan untuk menghajar para siswa dan prajurit yang sedang ikut latihan untuk dibentuk jadi pasukan elite di diklat itu!Aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas itu.Aku membalikkan tubuhku,sehingga tubuh depanku yang telanjang-bulat berhadapan frontal dengan tubuh perwira pasukan elite yang juga bertelanjang-bulat itu.Aku malahan lebih dulu bergerak menggesek-gesekkan dadaku ke dada Bang Albert yang bidang dan keras-kenyal berkat push up ribuan kali.Dengan puting susunya yang melenting di puncak bukit dadanya… Agh Nikmat!!… Itulah pertama kali aku berpelukan telanjang-bulat dengan sesama jenis – meskipun dengan lawan jenis aku juga belum pernah! Bang Albert menciumi leher dan pipiku dengan bernafsu, Kemudian mencipoki bibirku dengan lebih bernafsu lagi. Kami berpelukan miring. Lalu dengan kedua pahanya Bang Albert mencengkeram panggulku.Aku merasa amat nikmat di kontolku.Apalagi kontolku bergesekan dengan hamparan jembut-nya yang tebal,lebat,tumbuh rapat dan luas itu Oleh gerakan-gerakan tubuh kami berdua aku merasakan gesekan kontol Bang Albert yang kenyal-keras di bagian bawah perutku di dekat hamparan jembutku! Setelah itu aku merasa Bang Albert mendorong kepalaku dengan tangan kekarnya ke arah bawah, ke arah kontolnya ….kemudian aku merasakan Bang Albert mendekatkan mulutnya ke telingaku dan dia berbisik dengan nada memerintah : “ISAP !!!”

Aku tidak tersinggung! Aku justru bangga dan bahagia.Aku segera mulai bekerja menjilati lobang kencing Bang Albert. Aku mencoba memasukkan kontol Bang Albert ke dalam mulutku, tapi diameter kontol Bang Albert terlalu besar, tak muat di rongga mulutku. Aku hanya bisa mencucup-cucup bagian kepala kontol dan menjilati batang kontol abangku yang tercinta itu ! Sekali-sekali tanganku nakal mencari-cari puting susu Bang Albert untuk aku jamah-jamah.Begitu juga ketiak-nya, untuk aku tarik-tarik bulu keteknya ! Bang Albert membiarkan saja aku ber-buat sesuatu yang di luar perintahnya Sebetulnya perintahnya hanya :”ISAP!!!”. Tapi ketika aku mencoba menyodok silitnya dengan jari telunjukku, barulah Bang Albert menarik tanganku dengan kasar! Aku melanjutkan jilatan lidah dan isapan mulutku pada kontol Bang Albert. Lalu, terasa olehku Bang Albert makin gelisah. Dia langsung melepaskan kontol dari isapan mulutku. Kemudian dia mendorong tubuhku agar bagian belakang tubuhku,khususnya boolku,bisa disodok dengan kontolnya. Ketika boolku sudah berada di ujung kontolnya – maka tanpa ampun kontolnya yang hampir mencapai puncak syahwat itu disodokkan kasar ke dalam lobang silitku:”Bles!”.Agh! Sakitnya! Kemudian Bang Albert mencoba memompa-kan kontolnya ke dalam silitku.dengan kasar dan bernafsu, sehingga kontol gede Bang Albert langsung menyodok-nyodok kelenjar prostatku dan terasa nikmat di kontolku ! Apalagi dia tidak lupa meloco kontolku dengan tangannya yang kekar. Sambil dia mengobok-ngobok hamparan jembutku.Lalu Bang Albert memompa-kan kontolnya ke silitku keluar-masuk,keluar masuk, terus,terus,teruuus…sampai akhirnya…CROOOT!CROOOT!CROOOT!Pejuh dokter militer itu terasa muncrat di belahan silitku,tapi di luar lobang pantatku! Sodokan nikmat kontol gede Bang Albert diiringi locoan di kontolku membikin pejuhku muncrat juga. Karena sudah kutahan sepanjang hari,dan….CROOOOOOOT!CROOOOOOOT CROOOOOOT! Pejuhku muncrat menyembur banyaaak sekali ! Nikmatt ! Aku merasa puass dan lampiass. Tapi dasar Bang Albert ! Baru saja pejuhku muncrat keluar dan ketika masih meleleh-leleh dari lobang kencingku, dia sudah bicara tentang pekerjaan keesokan harinya. Katanya :

“Besok kita menyunat 18 orang prajurit yang belum sunat atau sudah sunat tapi masih ada sisa kulupnya.Kamu bisa melihat sendiri geliat dan rona wajah mereka yang amat kesakitan!Akibat disunat tanpa anestesi.Aku yakin!Kamu pasti suka!”].

About sobatabc

I'm just an imperfect man.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s