Maxmillian

MAXMILLIAN

Seperti lazimnya sorang manusia, meskipun aku seorang cowok homosex [gay], aku juga bisa jatuh-hati atau jatuh-cinta [?] tanpa sebab. Kata orang aku terkena panah Amor. Itulah yang aku alami dengan Eliyan. Sebetulnya, nama panjang Eliyan adalah Maxmillian. Tapi di rumah dan di kantor dia dipanggil Eliyan.Seperti umumnya pemuda sekarang,Eliyan kerja sambil kuliah.Entah kuliah di perguruan tinggi dengan status apa. Terdaftar, diakui, terdengar atau sekedar diridhoi. [Ha, Ha, Ha !].

Eliyan kerja dengan status Office Boy.Sebetulnya Eliyan bisa jadi Satpam kalau mau. Tapi dia memilih jadi Office Boy. Di perusahaan kami, banyak Office Boy yang kemudian jadi staf biasa. Eliyan juga berharap seperti itu, apalagi dia bisa komputer dan bahasa Inggris-nya lumayan. Sekali-sekali orang menyuruh Eliyan mengetik dengan komputer atau menjawab surat-surat jika di kantor sedang ada banyak tugas,seperti akhir tahun pada waktu laporan keuangan dan laporan lain-lain harus disusun.

Pada mulanya perasaanku pada Eliyan biasa-biasa saja.Tapi entah kenapa,tiba-tiba saja berahiku pada Eliyan terbit. Jika dipandang-pandang, memang Eliyan berwajah tampan.Tubuhnya juga atletis,putih bersih,dan dari tubuhnya terpancar bau harum.Entah minyak wangi,jamu atau bunga-bungaan apa.Kalau ada kerja lembur [overtime] di hari Sabtu atau Minggu, Eliyan mengenakan baju kaos [T-shirt] dan nyata sekali tubuhnya atletis, ketat, berotot. Terutama bagian lengan-nya – terkesan sesak [kekecilan] , karena bisepsnya yang besar dan atletis. Bisa jadi hal itu yang bikin aku naksir pada Eliyan.Sekali-sekali di dadanya yang ter-tutup T-shirt itu membayang puting susunya yang melenting di puncak bukit dada -nya yang menonjol kedepan dan ditingkah perutnya yang rata!Agh!Mana tahan?

Sejak aku jatuh-hati pada Eliyan,aku sering memberinya uang [tip],tanpa sebab. Sekedar bantu-bantu Eliyan. Meskipun gaji Eliyan lebih besar daripada gaji PNS [Pegawai Negeri Sipil] se-levelnya, tapi aku tahu, gajinya tak cukup untuk bayar uang kuliah.Sejak aku sering memberinya tip, Eliyan jadi “dekat’ dengan aku dan kalau di sekitar kami tak ada orang lain,aku sering memeluknya,mengelus-ngelus punggung atau lengannya yang kekar.Dia membiarkan saja aku berbuat begitu. Mungkin dianggapnya “pelukan sayang” atau “elusan sayang” seorang kakak atau seorang teman. Padahal aku amat menikmatinya [Ha, Ha, Ha].

Suatu kali aku menawarkan untuk membayari uang kuliah-nya. Eliyan, mengata-kan sebaiknya aku meminjaminya uang-kuliah.Tapi aku aku insist [berkeras] akan membayarinya – dia tidak usah pinjam dan nantinya tidak usah membayar atau melunasinya. Meskipun mula-mula Eliyan agak ragu – tapi akhirnya dia mau juga -dan mengucapkan terima-kasih.

Sejak aku membayari Eliyan uang-kuliah – hubungan kami “makin dekat”. Bahkan aku sering minta Eliyan menginap di rumahku dan kami pun tidur berdampingan. Tentu saja mula-mula aku bersikap biasa-biasa saja [sambil menahan berahiku yang sudah naik otak nyaris tak tertahan]. Setelah itu rutin, Eliyan menginap di rumahku,sambil bantu-bantu membersihkan rumah bahkan kadang-kadang kami masak bareng untuk makan siang pada hari libur – atau untuk makan malam.

Pertama kali Eliyan membantu bersih-bersih dirumahku[menyapu dan mengepel], aku menganjurkannya telanjang-dada. Kataku :

“Dibuka aja bajunya.’Kan gerah kerja pakai baju”, mula-mula Eliyan agak ragu. Tapi akhirnya dia buka baju juga. Telanjang dada. Tentu saja berahiku jadi naik ke otak melihat keindahan tubuh Eliyan yang atletis, ketat dan berotot itu! Tidak tampak sedikit pun gumpalan lemak di tubuhnya. Tubuh Eliyan indah sekali! Tak kalah dengan keindahan tubuh bintang film cowok Holywood.Walaupun aku amat terangsang tapi – nafsuku aku tahan-tahan.Kalau aku berbuat yang aneh-aneh aku takut akan “kehilangan” Eliyan yang tampan dan jantan itu. Walaupun dia hanya seorang Office Boy !

Kamar tidurku sejuk, karena aku tinggal di apartemen yang letaknya di lantai 10. Cukup tinggi dan nyamuk tak bisa terbang setinggi itu. Karena itu aku biasa tidur membuka pintu ke balkon dan jendela keluar. Hawa sejuk angin malam terasa segar dan aku suka itu.Kamarku tidak dilengkapi tempat tidur,aku tidur di karpet. Karpet itu terbuat dari bulu-domba, bukan dari karet atau plastik,sehingga terasa hangat tetapi tidak panas jika dijadikan alas tidur.Karena karpet itu cukup tebal, maka aku tak perlu tidur beralas bantal di kepala.Jika Eliyan menginap di rumah ku, kami tidur berdampingan di karpet. Jika aku tidur sendiri [seperti umumnya cowok gay dan para Taruna Akmil] aku tidur telanjang-bulat .

Tapi kalau Eliyan sedang menginap di rumahku aku “terpaksa” tidur mengena-kan kancut. Meskipun kancutku juga rancangannya minim [maximum exposure]. Kancut itu berfungsi sebagai jockstrap [supporter, suspensoir] atau penahan burut [kondor, hernia]. Praktis hanya kontol,biji-peler dan sebagian jembut yang tertutup kain kancut.Kain kancut itu hanya ada di bagian depan.Sedangkan pada bagian samping kiri dan kanan berbentuk rantai logam anti-karat dan bagian belakangnya berbentuk tali-kain yang tebal. Meski kancut itu sangat minim,tetapi cukup baik untuk menahan atau mencegah kondor.Aku bisa mengenakan kancut itu untuk latihan beban atau bahkan jogging – kalau aku mau – tanpa ada resiko biji-peler atau selaput inguinal-ku [kata dokter] jadi kondor. Kancut itu mencekal kuat pada bagian panggulku.Sehingga, kontolku sering jadi tegang terangsang [ngaceng] jika aku baru saja mengenakannya. Tak jarang aku “terpaksa” harus ngeloco untuk mengentengkan rangsangan di kontolku atau kalau aku sedang sendirian aku jadi terpaksa melepaskan kancut itu,telanjang bulat,karena kontol-ku yang tegang membesar itu jadi terasa sesak di kancut yang seminim itu dan terasa agak sakit walaupun bercampur rasa nikmat juga [Ha.Ha.Ha.].

Sejak Eliyan sering menginap dan bekerja bantu-bantu di rumahku, aku sering membelikannya baju,celana, sepatu dan pakaian dalam.Tentu saja aku belikan kancut model yang sama dengan kancutku merk Calvin Klein yang harganya sekitar US $ 30,- atau sekitar Rp 270.000,- Seperti biasa,aku harus memesan-nya dari salah satu negara Eropa,sebab di dalam negeri kancut minim seperti itu tidak dipasarkan.Mungkin tidak laku, karena orang malu jika akan membelinya.

MENELANJANGI ELIYAN

Ketika pertama kali mengenakan kancut itu, Eliyan tidur di sampingku di rumah. Aku bisa merasakan Eliyan gelisah.Mungkin karena, kontolnya jadi tegang dan terangsang. Oleh karena itu aku mencoba “membantunya”, kataku :

“Tegang,ya?”, Eliyan menjawab tersenyum,tapi dia tidak tampak malu-malu, kata-nya :

“Iya Pak, kancutnya ketat sekali”, Lalu kataku lagi, menimpali :

“Ya sudah lepas saja”,

Akupun bangkit dari berbaringku dan langsung membantu melepaskan kancut Eliyan – tanpa menunggu persetujuan atau izin Eliyan.Kancut minim itu aku plorot-kan sehingga Eliyan telanjang-bulat dan aku pun langsung menampak kontolnya yang tersunat ketat dan tegang [ngaceng],mencuat ke atas,seperti Rudal Patriot buatan Amerika[atau Rudal Scud buatan Soviet dulu],yang dipakai dalam Perang Irak. Kepala kontolnya[glans penis] merah-ungu berkilat dan lobang kencingnya tampak menganga.Hamparan jembutnya lebat,tebal,hitam,dan tumbuh luas tapi terkesan indah dan jantan sekali! Ditelanjangi begitu Eliyan pun bereaksi dan dia bangkit dari duduknya. Katanya :

“Saya telanjang Pak!”,maksudnya dia mau minta maaf bahwa dia telanjang-bulat. tapi aku cepat-cepat menimpali, kataku :

“Nggak apa-apa. Kita sama-sama lelaki”.

“Sudah. Baring saja lagi”.Eliyan menurut dan dia berbaring lagi.Aku lalu mengatur kedua tangannya agar menyangga kepalanya,sehingga kedua tangannya keatas dan aku bisa melihat kedua belah ketiaknya exposed [terpapar] dan ditumbuhi bulu-ketek hitam – tumbuh rapat dan memanjang di sepanjang lekukan ketiaknya. Terkesan tumbuh tebal. Indah sekali! Aku suka itu!Aku melebarkan kangkangan kakinya.Eliyan dan dia menurut saja. Lalu kataku lagi :

“Aku entengkan sedikit, ya”,Eliyan mungkin tidak tahu maksudku.Aku memegang kontol Eliyan setengah menggenggam ringan – Eliyan terbangun seperti terlonjak, katanya :

“Pak….”, tapi aku baringkan lagi tubuhnya pelan dan aku melanjutkan pekerjaan-ku merangsang kontol Eliyan. Aku raba, aku raba.. aku elus, aku elus. Aku bisa merasakan kontol Eliyan makin tegang.Pelan aku mainkan sisa-sisa frenulumnya, yaitu bagian di bawah lobang kencingnya. Mungkin masih ada sisa kulit-kulup di bagian frenulumnya yang belum sepenuhnya dipotong-habis waktu Eliyan sunat dulu. Sebab, aku melihat Eliyan menggelinjang kenikmatan. Aku pun mengelus puting susunya yang tampak makin tegang dan melenting. Aku juga tidak lupa meraba lekukan dada dan perutnya. Lalu aku juga menekan panggulnya kiri dan kanan ke arah dalam, sehingga Eliyan makin merasa tambah nikmat di kontolnya.

PEJUH ELIYAN MUNCRAT

Kemudian aku lanjutkan kerjaku merangsang dan mengelus kontol Eliyan yang makin tegang, sehingga urat-urat darahnya mulai terlihat di batang kontolnya. Aku mulai meraba lobang kencingnya dan aku merasakan cairan lengket ! Pasti cairan mazi [pre-cum] Eliyan sudah keluar. Lalu tanpa ragu aku menunduk dan memasukkan kontol Eliyan ke dalam mulutku, mengulum dan mengisap… !Eliyan tampak kaget dan dia tergelinjang seperti mau bangkit dari berbaringnya. Kata-nya :

“Pak…”, tapi terlambat….Bersamaan dengan itu aku merasakan pancaran pejuh dari lobang kencing Eliyan:CROOOOOOOT!CROOOOOOOOT! CROOOOOOT! Pejuhnya muncrat dan muncrat lagi, seakan tak ada habis-habisnya. Ketika aku lepaskan kuluman mulutku dari kontolnya,aku masih bisa melihat lelehan pejuh-nya.Akupun menjilati,mengisap,sekalian menelan pejuh Eliyan sampai habis,licin tandas.Sehingga lobang kencing Eliyan jadi bersih dari pejuh !.

EPILOGUE

Sejak kejadian itu, setiap Eliyan menginap di rumahku, aku selalu memain-main-kan dan merangsang kontolnya ! “Tidak lupa” aku juga menggerayangi tubuh Eliyan.Selalu saja aku mainkan kontol Eliyan sampai pejuhnya muncrat !Tetapi aku belum puas. Aku ingin bisa mencabuli pemuda tampan yang “hanya” Office Boy itu setiap hari.Sebab itu aku mengusulkan agar Eliyan mau pindah ke rumah-ku, dengan alasan supaya menghemat biaya kontrak rumah. Aku juga berjanji akan memberi semacam uang-saku atau gaji untuknya. Mungkin karena sudah biasa menginap dirumahku dan tertarik pada uang-saku yang lumayan itu,Eliyan mau juga pindah ke rumahku dari rumah kontrakannya.

Seminggu kemudian Eliyan pindah ke rumahku dan dia aku beri kamar sendiri untuk menyimpan barang-barangnya. Tetapi dia tetap tidur bersamaku di kamar tidurku. Setelah Eliyan pindah ke apartemenku,maka aku pun jadi bisa mencobai lobang-pantat [bool, silit] Eliyan untuk aku sodomi dengan kontolku yang ukuran-nya lumayan besar [tidak kalah dengan ukuran kontol RG pemilik suatu super market]. Itulah pertama kalinya aku merasakan nikmatnya kontolku dijepit oleh otot lobang-pantat [sphinter ani] sesama jenis. Memang Eliyan tampak kesakitan ketika dia sedang tidur menyamping [telanjang bulat, sesudah barusan aku loco kontolnya] – tiba-tiba aku embat boolnya dari belakang. Eliyan setengah menjerit kesakitan :

“AGH ! Sakit Pak!”,katanya, tapi aku makin bernafsu untuk menyiksanya dengan lebih sadis lagi! Sekalian aku gampar paha Eliyan dengan tamparan KERASSS ! tangan Brajamusti-ku: “PLAKK! PLAKK!” dan Eliyan berteriak lagi kesakitan :

“Sakit,Pak!Jangan Pak!”, tapi nafsuku makin menggila dan kontolku aku pompa-kan, maju-mundur agar dia merasa tambah kesakitan di boolnya – bagaikan aku sedang mengentoti nonok perempuan! Agh! Nikmat! Maju-mundur,maju-mundur, maju-mundur,maju-mundur, diseling dengan tamparan keras di paha kanannya [karena kami berbaring miring ke samping dan disangga bagian kiri tubuh kami] diiringi rintihan kesakitan di mulut Eliyan :

“Agh! Agh Aaaaaaaagh!”, tubuh Eliyan basah bercucuran keringat, berkilat-kilat dan terasa licin dalam gesekan-gesekan dengan tubuhku yang juga telanjang-bulat. Eliyan berkeringat karena dia menahan rasa nyeri yang amat sangat di boolnya !

Untuk memuaskan nafsuku memperkosa Eliyan, “tak lupa” aku mengocok-ngocok dan meloco kontolnya. Kontol Eliyan terasa tegang mengeras dalam genggaman tanganku!Agaknya sodokan-sodokan kontolku di bool Eliyan sekaligus menekan-nekan kelenjar-prostatnya [yang letaknya di arah bagian depan lobang boolnya, di belakang saluran kencing di kontolnya] sehingga kontol Eliyan jadi ngaceng tanpa di sengaja !?

Akhirnya aku tak kuasa menahan pejuhku agar tidak muncrat ! Kontolku pun aku cabut dari silit Eliyan. Aku bermaksud memuncratkan pejuhku di belahan silitnya. Agar pejuh Eliyan bisa muncart bareng dengan semburan pejuhku,aku menahan sejenak agar pejuhku tidak muncrat – lalu aku loco-loco batang dan kepala kontol Eliyan kasar.Kemudian secara sinkron dengan locoan tanganku di kontolnya, aku sodok-sodok lagi pelan-pelan kontolku ke silit Eliyan dan.. Agh!…..CROOOOOT! CROOOOOT!CROOOOOT!Pejuhku muncrat keluar diikuti dengan rasa denyutan -denyutan di batang kontol Eliyan yang ada dalam genggaman tanganku. Rupa -nya pejuh kami berdua berhasil muncrat hampir bersamaan – sebab selain ada-nya denyutan di batangya aku juga merasakan lendir lengket keluar [pre-cum, mazie] dari lobang kencing Eliyan.Lalu diikuti semburan-semburan cairan kental: CROOOOT! CROOOOT! CROOOOT! Nikmat sekali ! Nyawaku serasa moksa ke nirwana dan seakan-akan aku mencapai tahap kesunyataan mulia dan menjadi seorang Boddisatwa!

Aku berharap agar selama Eliyan aku biayai kuliahnya, dia tetap mau menyerah-kan diri dan tubuhnya buat pemuas nafsuku,dengan meloco kontolnya,meminum pejuh yang dimuncratkannya, dan menyodomi boolnya! Tentu, dengan sepuas-puas nafsu berahiku ! Ta’i ! Memang aku jadi tambah pengeluaran setiap bulan-nya, tetapi uang bukan masalah bagiku ! Kapan lagi aku bisa menikmati tubuh Eliyan yang tampan, jantan dan atletis itu ? Meskipun dia hanya Office Boy yang sedang kuliah untuk meraih gelar strata-1 [S-1].

About sobatabc

I'm just an imperfect man.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s