Jadi Militer

Aku selalu memanggil teman-temanku dari kalangan aparat berseragam [militer] dengan panggilan “Mas” atau “Bang”. Terlepas dari apakah mereka lebih muda atau lebih tua dari aku. Aku tahu betul bahwa mereka suka dengan panggilan itu. Demikian juga dengan teman dekatku yang aku panggil “Bang Mikael”. Aku tidak tahu apakah nama Mikael diambil dari nama Malaikat [Malaikat Mikail] atau kah dari nama Santo [Santo Mikael]. Aku juga tak pernah tanya tentang hal itu pada Bang Mikael.

Bang Mikael adalah seorang dokter – tepatnya dokter militer.Meskipun aku dekat dengan Bang Mikael tapi aku tak paham Bang Mikael pangkatnya apa,sebab aku tak memahami kepangkatan di dunia militer. Mungkin,waktu peristiwa ini terjadi Bang Mikael berpangkat kapten atau mayor,sebab dia masih muda.

Menjadi aparat berseragam adalah cita-cita Bang Mikael sejak kecil. Tapi orang- tuanya ingin dia jadi dokter dan Bang Mikael tidak mau mengecewakan orang-tua -nya. Apalagi Bang Mikael punya otak encer.Tak ada pelajaran yang dirasakan sukar, apakah itu ilmu sosial atau pun ilmu eksakta. Terbukti waktu masih kuliah, Bang Mikael selalu lulus terbaik.Untuk memenuhi panggilan jiwanya ke dunia militer, maka setelah tamat dokter, Bang Mikael pun masuk militer.

Bang Mikael suka kegiatan militer,kegiatan fisik, olah-raga dan bela-diri [martial arts].Mungkin itu sebabnya dia ingin jadi tentara.Itu pula sebabnya dia kemudian ditugaskan di suatu kesatuan pasukan elite.Tentu saja Bang Mikael amat-sangat menyukai dan menikmati kehidupan pasukan elite itu. Tidak heran jika kemudian dia bahkan terpilih jadi instruktur berbagai latihan[termasuk latihan komando] dan seni bela-diri kesatuannya. Berkat intensnya kegiatan fisik yang dilakukan Bang Mikael setiap hari, maka tubuhnya tumbuh menjadi atletis, ketat,berotot indah.

Jika sedang bertugas jadi instruktur latihan militer, Bang Mikael sudah terkenal suka PLAKK! PLOKK!PLAKK!PLOKK! menampar prajurit yang keliru melaksana-kan instruksinya atau dinilainya berdiri kurang-tegap atau bicara kurang keras. Sekali-sekali Bang Mikael membawa pecut-rotan sewaktu sedang bertugas jadi instruktur dan tanpa bimbang dan ragu dia CEPRATT! CEPRETT! atau JEPRAT! JEPRET! menghajarkan pecutnya dengan keras ke tubuh para-prajurit sialan itu – jika dianggap perlu ! [Ha..Ha..Ha..]

Karena keindahan otot-tubuhnya,ditingkah oleh wajahnya yang tampan dan kulit-nya yang putih-bersih,jika aku jalan bareng dengan Bang Mikael di tempat umum, [seperti di mal], maka aku perhatikan banyak cewek [dan cowok] yang mencuri-pandang keindahan tubuhnya dan ketampanan wajahnya. Mula-mula perasaan-ku biasa-biasa saja pada Bang Mikael.Tapi setelah aku sering-sering jumpa dia, maka berahiku padanya mulai terbit.Sejak itu, jika aku dekat-dekat Bang Mikael, jantungku jadi berdebar keras, suara aliran darahku seakan berdesir-desir dalam telingaku dan kontolku jadi ngaceng.Tapi demi menjaga hubungan baik dengan dia – aku selalu menahan nafsuku untuk tidak melakukan sesuatu yang berbau sexual padanya.Setahuku, Bang Mikael tak pernah[belum?] punya pacar,bahkan aku hampir tak pernah mendengar dia bicara tetang cewek.Sehingga, terkadang aku “berharap” atau “harap-harap cemas” agar [di balik wajahnya yang tampan, tubuhnya yang indah,dan otaknya yang encer] ada hal lain atau ada kekurangan dalam diri Bang Mikael [seperti diriku juga], yaitu suka-sejenis [gay,homosex].

Ujian terberat bagiku adalah jika Bang Mikael mengajakku berenang bareng di hotel atau kolam-renang umum. Sebab, selesai berenang Bang Mikael selalu mengajak aku mandi dan membilas badan bareng[telanjang-bulat].Melihat tubuh Bang Mikael yang telanjang bulat dan melihat kontolnya yang besar diameternya dan disunat ketat, jembutnya yang hitam, tebal dan tumbuh luas,serta bulu ketek-nya yang tumbuh “memanjang” di dataran ketiaknya itu – selalu saja jadi kontolku ngaceng! Untunglah kamar bilas di kolam renang lumayan sempit, sehingga aku bisa mengambil posisi sedemikian rupa agar Bang Mikael tidak melihat kontolku yang menegang !

KLINIK MILITER

Bang Mikael sangat disukai oleh komandan kesatuannya. Boleh dikatakan apa yang diusulkan oleh Bang Mikael selalu disetujui oleh komandannya.Termasuk gagasannya membuka suatu klinik militer di kesatuannya.Klinik itu dimaksudkan hanya melayani prajurit [laki-laki] dari kesatuannya dan ditempatkan di suatu asrama pendidikan pasukan elite.Semua prosedur mediknya pun dilaku-kan secara militer dengan nuansa pasukan khusus dan dengan motto “A soldier feel no pain”,artinya:”Tentara tak mengenal rasa nyeri!”.Gagasan membuka klinik militer itu muncul di otak Bang Mikael setelah dia sering harus menangani korban akibat kecelakaan pada latihan pasukan elite atau para prajurit yang luka-luka akibat dihukum secara militer dengan kejam dan keterlaluan oleh atasannya.

Keistimewaan klinik militer itu hanya terdiri dari satu ruangan. Semua kegiatan dilakukan di ruangan itu.Hal lain yang berbeda dengan klinik biasa adalah,agar praktis dan karena semua pasien dan tenaga kesehatannya lelaki – maka prajurit yang berobat di situ [apa pun juga penyakitnya] harus melepas seluruh penutup tubuhnya sampai telanjang-bulat.Jadi, dokter dapat langsung memeriksa prajurit tanpa harus menunggu prajurit membuka pakaiannya dan dokter dapat langsung memeriksa semua bagian tubuh prajurit itu dengan teliti, tanpa ada bagian yang terlupa.Selain itu, semua prajurit yang akan berobat juga harus diperiksa darah, air-kencing dan pejuhnya,yaitu menentukan penyakit prajurit itu.Uniknya semua kegiatan itu dilakukan dalam ruangan yang sama.Di ruangan itu, prajurit harus menunggu giliran di sekeliling ruangan dalam keadaan telanjang bulat.

Sebelum diperiksa dokter, prajurit diukur suhu, tekanan darah, denyut, nadi dan frekuensi nafasnya oleh perawat lelaki.Pengukuran dilakukan waktu prajurit relax dan juga sesudah kegiatan fisik [exercise] .Untuk kegiatan fisik, prajurit terlebih dulu harus melakukan push up,sit up, dan pull up 100 kali [ bertelanjang bulat ].

Karena semua pasien di klinik militer itu adalah prajurit pasukan elite yang masih muda-muda [18-20 tahun],maka kontol mereka “tok-cer” semua.Karena itu,saat mereka disuruh push up dalam keadaan telanjang-bulat, kontan kontol mereka jadi tegang,ngaceng,mengacung ke bawah,bergesekan dengan lantai.Bahkan ada prajurit yang langsung keluar pejuhnya:CROOT!CROOT!CROOT!Jika waktu push up prajurit itu tidak muncrat pejuhnya, maka sewaktu sit up,kontol mereka bertambah tegang,mengeras, dengan kepala kontol yang merah-ungu berkilat-kilat. Ada satu dua prajurit yang justru pejuhnya muncrat keluar – bukan waktu push up – melainkan waktu pull up :CROOOT!CROOOT!CROOOT!,dari lobang kencing mereka. Barangkali, karena vitalitas mereka yang luar-biasa,maka ketika tubuh mereka”ditegangkan-lurus”,waktu melakukan pull up [naik-turun,naik turun, mengangkat bagian atas tubuh-nya di tiang pull up] mengakibatkan rangsangan pada kontol dan biji-peler mereka. Sehingga pejuh mereka pun terpancar keluar tak tertahankan! Agh! Pastilah saat itu mereka merasa teramat nikmattt di kontol mereka !!!

Setelah itu prajurit diambil darahnya. Selanjutnya, mereka disuruh menampung contoh air kencingnya ke dalam botol kecil dan mengeluarkan sisa kencingnya yang masih ada ke dalam sebuah ember.Kemudian prajurit disuruh onani agar bisa mengeluarkan contoh pejuhnya. Para prajurit itu harus mengocok-ngocok kontolnya di depan sekian banyak orang sampai kontolnya menjadi tegang dan si prajurit itu mencapai puncak syahwat[orgasme]lalu mengeluarkan pejuhnya: CROOOT! CROOOT! CROOOOT! Pejuh yang keluar ditampung dalam sebuah botol.Lalu prajurit diberi kertas tissue untuk menghapus sisa-sisa pejuh yang masih meleleh- leleh dari lobang-kencingnya. Ada juga prajurit yang malu-malu kucing,sehingga prajurit itu harus susah payah mengacengkan kontolnya agar pejuhnya bisa muncrat keluar ! Umumnya prajurit yang sudah keluar pejuhnya sewaktu disuruh push up atau pull up telanjang-bulat, tetap saja masih mampu mengeluarkan pejuh lagi untuk yang kedua kalinya tanpa kesulitan sedikit pun ! Bahkan mereka tampak masih sangat antusias dan bergairah mengocok kontol-nya!Tak jarang mereka onanai sambil mengelus-elus puting-susu mereka yang tampak sudah tegang dan melenting itu ! Agh! Dasar prajurit !

Semua yang dilakukan dokter sewaktu sedang memeriksa prajurit dapat dilihat oleh semua prajurit yang hadir dengan jelas dan semua pembicaraannya dengan prajurit juga dapat didengar oleh yang hadir.Praktis disitu sudah tak ada rahasia pribadi lagi.Semua sudah terbuka, semua telanjang ! Indah, jantan dan terkesan amat militeristik !

SUNAT MILITER

Di klinik militer itu,setiap hari selalu saja ada prajurit yang disunat.Karena prajurit yang berobat dan kedapatan belum sunat atau sunatnya masih loose atau masih ada kulup yang tersisa, langsung disunat di situ tanpa anestesi dan tanpa izin prajurit itu.Sebab,Bang Mikael sudah mendapat izin dan instruksi dari komandan-nya agar dia menyunat semua prajurit pasukan elite dan calon-prajurit pasukan elite yang kedapatan belum disunat atau sunatnya masih loose [belum high and tight]. Karena itu, setiap hari selalu saja ada prajurit yang jatuh pingsan.Karena tidak tahan rasa sakit yang luar biasa akibat kulupnya dipotong begitu saja tanpa diberi suntikan anestesi dulu [sunat militer]. Ada juga prajurit yang menjerit-jerit kesakitan,sewaktu disunat :

“AAAGH! AAAGH! SAKIIIIIT! SAKIIIIIT SEKALI DOKTER! “, tubuhnya menggeliat-geliat dan mengelinjang kesakitan.Keringatnya bercucuran di sekujur tubuhnya akibat menahan sakit yang teramat-sangat! Sehingga tubuhnya yang telanjang-bulat itu jadi berkilat-kilat oleh keringatnya yang membanjir ! Rasa sakit yang amat sangat itu dirasakan waktu kulupnya dikerat oleh dokter tanpa anestesi. Sebagai militer dan instruktur latihan komando,Bang Mikael sudah biasa dengan pemandangan dan situasi seperti itu. Dia tidak pernah merasa terganggu atau tersentuh hatinya oleh prajurit yang pingsan atau menjerit-jerit kesakitan akibat pemotongan kulup yang “sadis tanpa anestesi” itu.Jika Bang Mikael sedang ber-baik-hati dia akan menghibur prajurit itu dengan lembut tapi sadis :

“Tarik nafas dalam-dalam supaya nggak sakit! Tahan! Sakit sedikit ya!Tentara harus tahan sakit”.

Tapi jika sikap militernya sedang muncul,maka Bang Mikael akan membentak dengan keras, tajam dan kejam ;

“HEY DIAMM KAU !!! KAU TENTARA !!! KAU HARUS TAHAN SAKIT!!!”,tak jarang dia menyuruh salah seorang anak-buahnya memberikan tamparan keras di ke dua belah pipi prajurit sialan yang sedang disunat itu : PLAK! PLAK! [Ha.Ha,Ha.]

Bang Mikael sengaja menghapus suntikan bius [suntikan anestesi] maupun salep anestesi dari daftar-obat di klinik militer itu.Dengan tujuan agar siapa pun dokter yang kelak bekerja di klinik militer itu tidak dapat menggunakan obat anestesi jika harus melakukan operasi kecil [minor surgery].Baik sunat [sirkumsisi] maupun operasi kecil lainnya.Bang Mikael menganggap bahwa sunat dan operasi kecil lainnya yang dilakukan pada para prajurit pasukan elite harus selalu dilakukan tanpa anestesi!Agar operasi kecil itu sekaligus menjadi ujian kelaki-lakian, ujian ketahanan, dan ujian kejantanan bagi para prajurit pasukan elite pilihan itu! Jika ada prajurit pasukan elite yang jatuh pingsan atau menjerit-jerit karena sangat kesakitan, Bang Mikael mengatakan dengan enteng :

“Pingsan karena kesakitan dan menjerit-jerit kesakitan itu hal biasa. Tidak perlu dihiraukan! Biarlah mereka jadi laki-laki sejati melalui proses yang menyakitkan itu. Anggota pasukan elite perlu dibiasakan untuk merasakan sakit yang amat sangat. Itu perlu dan itu amat baik buat mereka !!! ”

EPILOGUE

Aku pernah disuruh datang oleh Bang Mikael untuk melihat suasana di klinik milternya. Waktu itu aku disuruh memakai jas putih seperti dokter.Maksudnya agar para prajurit itu tak merasa terganggu melihat ada “orang luar” [yang bukan militer] masuk ke tempat “rahasia” itu.Suasana di klinik militer itu “amat indah”. Betapa tidak?Disitu ada puluhan prajurit pasukan elite,laki-laki semua, umur 18-20-an.Mereka sedang menunggu giliran untuk berobat [atau disunat] atau hanya sekedar konsultasi kesehatan. Semua bertelanjang bulat !Tubuh mereka atletis. Kontol dan biji-peler mereka umumnya besar ukurannya!Rata-rata wajah mereka lumayan tampan. Garis wajah mereka terkesan jantan dan amat kelaki-lakian. Jembut serta bulu ketek mereka pun lebat!Sebab,memang mereka semua lelaki pilihan dan tentara pilihan ! Tiba-tiba aku mendengar suara desahan tertahan seseorang yang sedang amat kesakitan :

“AAAAAGH! AAAAAGH!”, rupanya seorang prajurit-baru pasukan elite sedang disunat-ulang. Karena pola sunatnya tidak sempurna. Aku lihat Bang Mikael di tengah ruangan. Dia sedang memotong sisa-sisa kulup prajurit baru [yang masih berusia remaja sekitar 18 tahun] dengan tenang dan amat perlahan: sret..sret.. sret!Tubuh prajurit yang atletis, telanjang-bulat dan sedang disunat-ulang itu menggeliat-geliat kesakitan. Wajahnya yang tampan dan jantan itu menarik rona teramat-sangat kesakitan!Sadis!Tapi indah,jantan,dan militeristik…..![Ha.Ha,Ha] Melihat kejadian itu,aku jadi amat terangsang ! Kontolku ngaceng tak tertahan-kan -sampai mazieku keluar :Seer.. Seer..Seer.. dan tubuhku terasa lemasss !Sesampainya di rumah, aku terpaksa langsung ngeloco! Untuk mengentengkan rangsangan berahi di otak dan kontolku !

About sobatabc

I'm just an imperfect man.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s