Imigran

KAMAL BIN SULTHAN AL MALIKI

Temanku Kamal Bin Sulthan Al Maliki adalah orang Arab asal suatu negara Timur Tengah yang tidak perlu aku sebut namanya.Sebagai waga negara Arab yang kaya minyak maka Kamal boleh hidup bermewah-mewah nyaris tanpa kerja. Apa lagi ia anggota Keluarga Kerajaan [Royal Family] yang berkuasa di negara Timur Tengah sialan itu.Kamal mendapat gaji atau tujangan yang nilainya ribuan Pound Sterling.

Aku kenal Kamal waktu aku sekolah di Inggris [Britain – United Kingdom].Seperti umumnya orang Arab yang kaya, Kamal juga pemalas,walaupun tidak bodoh. Aku dan Kamal bersahabat karena “symbiose mutualistis” – saling membutuhkan. Di Inggris,aku kesepian tak banyak teman, karena aku tak pandai bergaul. Tapi aku tergolong mahasiswa pandai, dalam arti nilaiku selalu bagus-bagus. Kami -aku dan Kamal – tinggal di dormitory [asrama] yang sama. Asrama itu tergolong mahal sewanya, tapi karena orang-tuaku mampu membayar,maka aku tinggal di dormitory atau dorm itu. Aku sering membuatkan pekerjaan rumah untuk Kamal dan sebagai imbalannya,Kamal selalu mengajak aku jalan bareng, untuk makan, belanja, jalan dan entah apa lagi.

Berkat darah Arab-nya, Kamal adalah pemuda yang tampan, dia Arab kulit-putih. Meskipun rambutnya hitam,tapi posturnya seperti orang Eropa. Seperti lazimnya lelaki Arab, maka Kamal nafsunya besar.Mungkin karena dia suka sekali makan daging kambing [mutton,lamb].Kalau Kamal makan-daging kambing porsinya besar, dia suka daging-kambing bakar atau barbecue.Apalagi di Inggris, daging kambingnya enak dan empuk, mungkin import dari Australia atau New Zealand.

Seperti umumnya lelaki Arab,Kamal suka sekali melakukan hubungan sex dengan lobang. Lobang apa saja, nonok bisa, mulut tidak nolak, dan lobang pantat juga OK.Tak peduli lobang itu berada di tubuh perempuan atau lelaki.Bisa jadi lobang knalpolt mobil atau motor Kamal juga suka, asal mesinnya tidak sedang tidak hidup, sebab kontolnya akan melepuh kulitnya karena kepanasan. Kalau sedang tidak ada sasaran pelampiasan jangan-jangan lobang di sela-sela pintu juga akan diembat kontol Kamal.

Meskipun Kamal tampan dan bertubuh atletis dan bersikap ramah kepadaku,mula -mula perasaanku biasa saja padanya.Tapi,suatu kali Kamal yang mulai,dia yang mencium dan mencipok aku duluan. Dalam keadaan kesepian dan kami hanya berduaan,di kamarku – aku dicipok Arab tampan seperti Kamal – mana tahaaan?

Aku pun menyerah dan menimpali dan kami pun berpelukan lalu bergulingan di tempat tidur seperti dua orang kekasih, meski kami masih berpakaian. lengkap. Maklumlah saat itu winter [musim dingin]. Aku tidak pernah menyalakan heater [pemanas] di kamarku, karena dengan heater menyala,aku merasa gerah dan pengap.Oleh karena itu kalau musim-dingin,aku tidak bisa telanjang-bulat atau buka baju di rumah,terlalu dingin.Di musim dingin,biasanya orang ngentot dalam selimut.Tapi bagiku ngentot di bawah selimut rasanya kurang nikmat, maunya aku, kalau ngentot harus telanjang-bulat tanpa penutup apa pun !

Karena Kamal selalu bersekolah di sekolah Eropa, maka Kamal orangnya gentle dan sopan, tidak kasar, meskipun dia sedang amat bernafsu.Tubuh Kamal juga tidak bau, dia sering mengecrotkan parfum ke pakaian dan bagian-bagian tubuh-nya. Kamal selalu tampil rapi, dandy dan harum. Tubuh Kamal juga tak banyak ditumbuhi rambut seperti umumnya lak-laki Arab. Yang dipunyai, bulu perut yang tampak “menjalar” dari pusar ke bawah dan terus bergabung dengan hamparan jembutnya, yang hitam,tumbuh lebat, tebal dan luas!Bulu keteknya ada juga, tapi tumbuh sekedarnya.Sesuai ajaran agamanya, Kamal serng mencukur bulu-ketek- nya, Karena itu, ketiaknya sering kali dalam keadaan klimis,seperti ketiak gadis.

Setelah peristiwa pencipokan itu, kalau kami sedang berduaan dan tidak ada orang lain,Kamal selalu memprovokasi dan mencumbu aku. Akibatnya, lama-kelamaan kami mulai main-cabul. saling isap kontol dan gantian sodomi.Meski dia orang Arab,tapi Kamal selalu fair dan tak pernah keberatan untuk menyuguhkan boolnya untuk aku sodomi,jika lobang-pantatku barusan diembat kontolnya yang ukurannya besar itu.Ukuran kontol Kamal, mungkin unda-undi [kira-kira sama besar] dengan kontol RG Sang Pengusaha Supermarket [Swalayan] itu.

Diam-diam aku berdoa dan berharap agar Sean [anak laki-laki RG], kontolnya juga tidak kalah besar dengan kontol papa-nya.Lebih bagus lagi jika kontol Sean lebih besar lagi dari ukuran kontol RG papa-nya itu!.Jadi, kalau papa-nya biasa dijuluki “Raja Kontol”,maka Sean dapat dijuluki sebagai “Biang Raja Kontol”. Aku kagum dan bangga pada lelaki yang punya kontol ukuran besar.

Aku berpisah baik-baik dengan Kamal waktu aku tamat sekolah.Bahkan waktu aku pulang ke Tanah Air,Kamal mengantarkan aku ke airport naikmobil mewah nya: Mercedez Benz..Walaupun ada e-mail, tapi kami jarang berkomunikasi. Tapi pada suatu kali, aku mendapat e-mail dari Kamal. E-mail itu tidak aku sia-siakan. Sejak itu aku sering komunikasi dengan Kamal.

MENENGOK KAMAL DI NEGARANYA

Suatu kali aku melakukan perjalanan ke Eropa dan singgah [transit] di suatu negara Timur Tengah [negaranya Kamal] untuk beberapa jam. Iseng-iseng aku menghubungi Kamal lewat e-mail tentang rencana transitku di negaranya.Aku tak banyak berharap. Pada dasarnya orang Arab tidak peduli pada pertemanan,apa lagi dengan orang asing.Tapi,dua hari kemudian aku mendapat e-mail dari Kamal bahwa dia mengundang aku menginap di rumahnya. Aku agak ragu, karena aku harus merubah jadwal pesawat dan aku juga ragu, apakah aku akan bertemu Kamal yang dulu atau sudah berubah. Tapi karena e-mailnya meyakinkan maka aku terima tawarannya. Saat aku pulang dari Eropa, aku memperpanjang visit atau kunjunganku di negara Kamal. Kamal mengirimkan e-mail dua kali,di e-mail yang kedua dia minta aku menghubungi kedutaan negaranya di tempat tinggalku untuk mendapat visa. Ternyata para staf kedutaan sangat hormat kepadaku.

Pada hari yang telah ditentukan aku mendarat di negara Kamal dan aku terkejut, karena aku dijemput oleh pejabat setempat, di pintu pesawat dan aku diminta istirahat sebentar di ruang VIP bandara sialan itu.Pejabat setempat mengatakan bahwa aku diperlakukan sebagai tamu resmi kerajaan, karena ternyata Kamal adalah seorang pejabat penting kerajaan itu.

Demikianlah,singkat cerita, aku diantar dengan mobil kerajaan ke istana Kamal dan di istananya Kamal menyambut aku dengan ramah seperti ketika kami masih di Inggris dan kami pun berpelukan.

PEMUDA-PEMUDA FILIPINA

Di istana Kamal, aku tinggal di bagian yang sangat pribadi. Di tempat itu Kamal tinggal bersama dua orang pemuda Filipina laki-laki yang semuanya tampan.Para pemuda itu berkeliaran hanya mengenakan semacam rok-pendek bertelanjang dada. Rok itu terbuka di bagian sampingnya,sehingga hanya di bagian belakang[belahan pantat] dan bagian depan [kontol] dari para pemuda itu yang tertutup Belakangan aku juga tahu bahwa kedua pemuda itu tidak mengenakan kancut di dalam atau di bawah “rok” itu.Tubuh mereka amat bagus dan bulu-ketek mereka dibiarkan tumbuh lebat. Kedua pemuda itu melayani kami dan menghidangkan makanan dan minuman. Semula, aku mengira cara berpakaian seperti itu adalah gaya Timur Tengah. Tetapi ternyata cara seperti itu hanya ada di istana Kamal.

Aku agak terkejut, ternyata pada hari kedua dan ketiga kedua pemuda tersebut bekerja telanjang bulat dan kontol mereka ukuran besar semuanya [tak kalah dengan ukuran kontol papa-nya Sean]. Siangnya aku lebih terkejut lagi,sebab ternyata di salah satu ruangan aku lihat Kamal sedang nonton TV berpakaian Arab [top dan gamis] di sebuah sofa panjang. Salah seorang pemuda Filipina itu duduk di sampingnya,telanjang-bulat. Sambil nonton TV, Kamal memain-mainkan kontol pemuda Filipina itu. Sekali-sekali tangan Kamal menggerayangi bagian-bagian tubuh lainnya dari pemuda itu,seperti dada, puting susu dan perutnya.

Sekali-sekali aku lihat dia juga dia menyelipkan tangannya ke bawah bokong pemuda Filipina itu. Mungkin Kamal sedang menyodok silit pemuda itu ! Kontol pemuda Filipina itu tampak makin lama makin tegang memerah dan puting susu nya melenting.

Meskipun Kamal sedang asyik mencabuli pemuda Filipina itu,tetapi waktu melihat aku datang, tanpa ragu,dia mempersilahkan aku duduk di kursi lain.Lalu pemuda Filipina yang seorang lagi datang menghidangkan minum buatku,dalam keadaan bertelanjang-bulat.Aku perhatikan,selain kontol kedua pemuda Filipina itu besar diameternya,dengan latar belakang jembut yang hitam, lebat dan tumbuh luass, kulup mereka sudah disunat semuanya ! Kemudian Kamal mengobrol denganku sambil dia terus asyik mencabuli pemuda Filipina itu.

Tidak berapa lama kemudian aku lihat Kamal mengocok kontol pemuda Filipina itu makin intens,lalu aku dengar pemuda Filipina sialan itu berkata pada Kamal dalam Bahasa Inggris logat Filipina, katanya :

“Sir.. I’m cumming”,[artinya kira-kira:”Tuan. Pejuh saya mau keluar”] dan tak lama kemudian aku lihat pejuh putih pun muncrat keluar, meloncat-loncat dari lobang kencing pemuda Filipina itu : CROOOOOT! CROOOOT! CROOOOOT dan tanpa ragu dan tanpa malu Kamal aku lihat menundukkan kepalanya untuk menghirup pejuh yang muncrat dari lobang kencing pemuda Filipina itu – dengan mulutnya. Selesai minum pejuh, tanpa malu-malu dan tanpa ragu, Kamal berkata kepada-ku :

“You see ? In my country, I can do what I want!”,artinya “Kau lihat. Di negaraku, aku boleh melakukan apa yang aku mau !”

Ternyata kedua pemuda Filipina itu berfungsi sebagai pelayan,merangkap budak -sexnya Kamal.Aku tak tahu apakah kedua pemuda Filipina itu berstatus sebagai orang-merdeka atau sebagai budak. Banyak negara Timur Tengah yang masih mempraktekkan perbudakan [slavery].

About sobatabc

I'm just an imperfect man.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s