Anak Desa

ANAK DESA

Menurut ceritanya Idham anak-desa. Tapi orang-tuanya yang miskin dan petani itu bertekad agar anaknya maju dan sukses. Dengan berbekal tanah orang-tua-nya yang luasnya tak seberapa untuk digarap,akhirnya berhasil juga Idham lulus SMA/SMU dan kemudian meraih ijazah D-3.

Suatu kali paman Idham yang bekerja di kantorku menanyakan apakah aku bisa menolong Idham memberinya pekerjaan.Dengan kekuasaan yang aku punya dan berkat saham mayoritas yang dikuasai keluarga-besarku di perusahaan itu maka jadilah Idham diterima jadi karyawan.

Pertama kali jumpa Idham aku sudah tertarik pada pemuda itu. Maklumlah Idham berwajah tampan – meskipun asalnya dari desa. Tubuhnya yang berperawakan sedang [tidak tinggi dan tidak pendek] itu terkesan atletis. Nafsu berahiku selalu saja menggelegak jika jumpa remaja lelaki yang tampan dan atletis, apalagi jika lengannya besar dan berotot ketat seperti lengan Idham.Lengannya terkesan pas di bagian lengan bajunya bahkan tampak agak sesak [kekecilan]. Meskipun bertubuh kekar, kuliltnya putih bersih dan sikapnya peramah dan sopan.

Jika aku baru jumpa lelaki tampan.secara spontan aku mengukur diri, kalau aku harus berkelahi – satu lawan satu – apakah kira-kira aku bisa mengalahkannya. Sebab, otak kotorku selalu berpikiran atau berniat untuk mencabuli dan sekalian memperkosanya!Dalam hal Idham,aku yakin aku akan mampu mengalahkannya – jika aku terpaksa harus berkelahi dengan Idham.Tubuhku lumayan besar dan atletis. Aku karateka, bahkan aku juga seorang sensei [guru] di suatu dojo. Yah, mungkin aku adalah sensei cabul [Ha Ha Ha ]!

Dengan kekuasaanku,maka Idham bukan hanya diterima bekerja di perusahaan kami tetapi juga ditempatkan di unit-kerjaku. Aku Manajer Keuangan [Finance Manager] dan kebetulan ijazah Idham juga D-3 yang ada hubungannya dengan keuangan. Bahkan supaya Idham bisa berhemat dan tidak membebani paman-nya, Idham aku suruh tinggal di apartemenku. Apalagi Idham punya SIM-A dan sudah terampil bawa mobil. Jadi Idham bisa sekalian bawa mobilku ke kantor dan aku tidak usah menyetir mobil sendiri. Aku bisa melakukan kegiatan lain di mobil, seperti : baca laporan keuangan atau baca koran dalam perjalanan dari rumah ke kantor pulang-pergi yang bisa makan waktu satu-dua jam sekali jalan itu.

MENGONANI IDHAM

Suatu kali, sepulang kami dari kantor, hujan lebat sekali. Seperti dicurahkan dari langit. Karena banyak jalan yang terendam air, keruan saja terjadi kemacetan parah di salah satu jalur jalan arteri sialan.Kemacetan begitu parah, sehingga kami terperangkap hampir dua jama lamanya – antrean mobil tidak bergerak. Untunglah di tempat mobil kami macet banyak orang jualan makanan, sehingga waktu yang membosankan itu kami [aku dan Idham] gunakan untuk menikmati makanan yang dijual di sekitar situ.Selesai makan,aku dan Idham mengatur kursi mobil agar kami bisa berada dalam posisi setengah baring di kursi depan mobil itu. Maksud kami,sambil menunggu antrean berjalan, kami bisa istirahat.

Sambil setengah berbaring berdampingan,aku pun menggenggam tangan Idham yang kekar.Posisi tanganku tak begitu nyaman,terhalang persneling [versneling]. Tapi aku nikmati sebisanya. Aku sudah biasa menggenggam tangan Idham jika aku sedang duduk atau berbaring dalam posisi berdampingan dengan dia di rumah.Tetapi Idham tidak pernah tanya apa maksudku berbuat begitu.

Malam itu aku melakukan manouver lain.Tanganku menggerayangi celana Idham di bagian kontolnya.Bahkan aku mulai membuka kait-kait dan risleting celananya lalu memplorotkan kancutnya.Seperti biasa,jika Idham sedang aku apa-apakan [gerayangi] tubuhnya,dia diam saja.Mungkin karena aku atasannya di kantor.Aku bangkit,setengah duduk,dan memiringkan tubuhku ke arah tubuh Idham.Dengan posisi kurang nyaman seperti itu,aku mulai meloco atau mengonani kontol Idham.

Aku memang suka menggerayangi dan meng-onani kontol remaja.Apalagi cowok ganteng macam Idham: elus,urut,kocok..elus,urut,kocok,..elus,urut,kocok…Idham menggeliat dan menggelinjang kenikmatan saat kontolnya aku elus, urut,kocok, dan loco pelan-pelan.Sekali-sekali terdengar dia mengerang MMMPH. MMMPH atau ber-desis HSST..HSST..HSST [seperti seekor ular] karena Idham merasa amat nikmat di kontolnya. Tidak lupa tanganku juga menggerayangi puting susu dan perutnya. Tidak lama kemudian Idham berkata seperti dia dalam keadaan darurat, katanya :

“Saya sudah mau keluar Mas………”, aku tak peduli.dan tak lama kemudian pejuh Idham muncrat:CROOOOOOT! CROOOOOOOT! CROOOOOOOT! Berceceran di hamparan jembutnya ,di perut dan di kancutnya ! Setelah kuanggap pejuhnya keluar semua, aku membantu Idham membersihkan ceceran pejuh itu dari perut, jembut, dan kancutnya dengan kertas tisu yanag tersedia dalam mobil sialan itu.

About sobatabc

I'm just an imperfect man.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s