Arab

Tinggal di Arab merupakan sebuah kenikmatan, berbagai macam barang ada, harganya murah, bahan makanan dan minuman juga lengkap! dan hampir semua orang di sana yang kutemui baik-baik, terlebih para lelakinya selalu menawarkan kemaluannya dengan penuh keramahan.

Setiap saat aku mau, selalu dapat kontol, pagi subuh nemu kontol, sarapan pagi….juga kontol ! jam sepuluh ada kontol, siang bolong dapat kontol……..malam ? hmmmm…..jangan ditanya ! kontol-kontol berserakan tinggal comot. Semudah mungut batu di jalanan ! Kalau kita pergi ke Pasar Seng di Mekah, kontol Arab kampung bertebaran hampir di semua toko, nggak orang Yemen yang hitam dan mukanya serba lancip seperti penyihir atau Pakistan yang bulunya seperti orang utan dan berbagai bangsa lain. Tapi kalau kita ke pertokoan macam di Hilton manusia yang kita temukan lebih bersih, lebih wangi. Beberapa bulan lalu aku digarap anak pedagang perhiasan dari Syria di kamarku, ia menginap sampai siang ! Wis mbuh ! mumet ! toolnya nggak bisa diatur nggak kenal istirahat, sebentar-sebentar minta dilayani. Ada anak muda Maroko yang jualan karpet, itu juga gila ! dia minta diisap dibalik rak-rak display, dua menit sudah nembak ! Aku mutar-mutar sebentar liat barang di tokonya, belum sampai lima menit ia sudah menarik aku ke pojokan “Lagi…..!!” perintahnya pendek, aku langsung jongkok for the second time…………tiga atau lima menit ia sudah menggigil dan crrrrrrrooooooooottttt ! nembak lagi. Aku keluar toko sambil mengusap bibir….barangkali masih ada sisa peju ketinggalan !

Suatu malam aku masuk toko kain, penjualnya masih muda, India ganteng banget ! Aku memilih, harganya semeter 90 Real, aku tawar 40 Real, dia marah-marah, mukanya yang ganteng jadi garang, matanya melotot ! Aku perhatikan…….eh boleh juga ya ! Iseng deh…siapa tau nggak dapet kain tapi dapet lendir India. Sambil senyum-senyum saya pegang tangannya “Kamu marah ya ? aku khan cuman nawar !” kataku nakal, tanganku meremas halus bulu-bulu ditangannya. Si India itu diam saja, kain itu aku bentang persis di depannya “Gimana ? berapa pasnya ?” tanyaku, sekali lagi aku menyentuh kulit tangannya, sebelah tangan memegang kain, sebelah tangan lagi aku meremas tangannya, India itu menjawab :”70 Real saja nggak kurang lagi !” Kain itu aku bentang lebih dekat bahkan menempel ke badannya, tanganku langsung menyentuh selangkangannya “50 Real aja deh !”kataku lagi. Mata si India menatap sekitarnya, ada beberapa orang dalam toko. Tiba-tiba ia berteriak dalam bahasa Arab kepada temannya, temannya hanya mengangguk, si India lantas berkata :”Pilihannya lebih banyak di gudang, ayo kesana !” Ia mengajak aku ke sebuah ruangan, ada tangga turun ke bawah, rupanya gudang mereka di bawah tanah. Krek ! ia langsung mengunci pintu, Gamishnya langsung dilepas dan dicantolkan di pintu, celana panjangnya diplorotkan dan ..bleng !..kemaluannya sebesar terong sudah ngaceng. India itu langsung memepet tubuhku, Gamishku dicopotnya, ia menyelipkan kontolnya ke selangkanganku, di antara paha dan langsung ia bergoyang ria, mulutnya menyedot-nyedot mulutku…sreek…sreek…sreek !! pantatnya maju mundur ! pelukannya melingkari punggungku “iiiiiiihhhhhhh…..iiiiiiihhhhh” India itu bolak balik mendesis ia berjuang secepatnya mencapai klimax, hanya lima menit ia bertahan dan…… preeeeeeeett preeeeeeeett !! ia mencetuskan air maninya, lendir itu meleleh turun membasahi pahaku. Ia buru-buru menarik kain dari gulungan dan menyeka peju di pahaku, setelah itu ia menyeka kontolnya. Ia menyuruhku cepat-cepat memilih kain dan memotongnya. Kami buru-buru naik ke atas, aku membayar kain hanya 100 Real, padahal aku beli 2,5 meter.

Suatu hari keluarga seorang pejabat Indonesia datang ke Madinah dan aku harus mengantar mereka berbelanja, kami keluar masuk toko, mereka belanja tanpa berkedip ! semua dibeli, semua yang mahal-mahal ! Salah sebuah toko perhiasan mereka datangi, aku mengenal baik si bapak tua pemilik toko itu, lagi-lagi milik keluarga Syria. Tamu-tamuku menghabiskan uang lebih dari seratus ribu dollar. Si bapak tua sangat berterima kasih, seorang anaknya menanyakan di mana aku tinggal. Aku menulis nama hotel mahal tempat kami menginap dan nomer kamarku. Lewat jam 2 malam telponku berdering :”Hai, saya Abdullah, saya disuruh bapak saya mengantar surat untuk kamu” kata suara di telpon, aku menyuruhnya naik dan membukakan pintu. Yang datang si anak yang tadi menanyakan alamatku, Abdullah lumayan ganteng, hanya hidungnya seperti burung rajawali, bengkok ! Ia duduk dan menunjukan sebuah kotak, isinya 2 buah gelang perempuan segede velg beca serta 3 cincin pria dan 3 cincin wanita. Semuanya indah, ada yang bermata berlian kecil, pirus besar, ruby, blue sapphire, emerald dan aquamarine. “Silahkan pilih mana yang kamu sukai ! Ini ucapan terima kasih bukan komisi !” kata Abdullah dengan wajah riang, senyumnya manis, giginya indah, aku baru sadar Abdullah pemuda yang menarik. Kelihatan hatinya baik dan tulus…..paling tidak keluarganya tahu berterima kasih. Aku sangat girang dan bingung memilih yang mana “Abdul, kalau semua bagus, aku bingung memilih yang mana, kamu pilihkan saja 1 cincin buatku !” jawabku sambil melotot menatap cincin-cincin itu. Aku senang cincin, di laciku ada 16 buah cincin dengan beraneka permata.

Abdullah duduk sambil mengoyang-goyangkan kedua belah kakinya, senyumnya semakin terkembang, kata-katanya membuat aku terkejut :”Kamu pilih yang kamu paling suka, pakai dijarimu, lainnya kamu bawa sebagai oleh-oleh untuk istrimu atau ibumu, begitu tadi pesan bapak saya !” kata Abdullah, ia mengambil cincin berlian dan memakaikan di jari manisku….kegedean….aku pindahkan ke jari telunjuk kanan, cara aku biasa memakai cincin ! dan…..pas ! Abdullah bersorak gembira, aku juga sangat gembira, bayangkan dapat hadiah barang berharga sebanyak itu. Sambil menatap cincin itu aku mengatakan padanya :”Kalau belum punya istri jadi gimana ?” Abdullah menggeser duduknya lebih dekat “Bawa saja, itu semua hadiah dari toko kami !” Aku memeluknya dan mencium pipinya….. tapi lho koq ?……Abdullah juga menciumku, lantas tangannya dirangkul ke leherku, matanya menatap mesum ! tanganku ditariknya straight to the point ke celana panjangnya ! Gleg…gleg…gleg aku langsung menelan ludah ! sesuatu yang panjang menjulur di pahanya, meski masih dalam celana aku sudah tahu ! pasti panjang banget nikh onderdil Syria muda ini. “Waduuuh masih dalam celana sudah segede ini…..apalagi kalau dikeluarkan !” kataku semakin nakal. Abdullah meloloskan celananya, sepotong pisang tanduk dari daging menjulur keluar dari celana pendeknya……ampuuuuuunnnn !!! panjaaaaang seperti ular kadut ! Abdullah menunjuk tempat tidur, sambil berjalan ia melepas semua yang melekat di badan. Aku nggak mau kalah, semua pakaian kulepas, kami berdua saling memandang, menatap mata dan meneliti tubuh !

Dalam waktu sedetik kemudian kami sudah berpelukan di ranjang, saling menindih, berguling ke kanan ke kiri gantian saling menekan dan menjepit. Abdullah tiba-tiba duduk “Isap dan jilati” katanya sambil menyodorkan kemaluannya, aku langsung mengemot kepala kontolnya yang mancung agak lancip, saking panjangnya itu tool, Abdul musti menyangga dengan sebelah tangan, kalau tidak tool itu melengkung. Tanganku menggenggam daging kenikmatan tersebut…..beraaaaatttt !!! begitu panjang hingga hanya seperempat yang bisa kuklomot dan kumasukkan mulut. Abdullah menyuruh aku nungging, aku turuti saja. Harap maklum, hadiahnya yang berharga tadi membuatku patuh pada kemauannya. Kepala kontol itu agak lancip, jadi bisa masuk dengan mudah……bleeeeesssss !! hanya panjangnya nggak ketulungan, belum masuk separo aku sudah kaing-kaing…rasanya seperti mau beol ! Tapi Abdullah cukup tau diri, baru menggoyang dan mendorong beberapa kali ia diterjang rasa nikmat luar biasa, tiga menit ia sudah ejakulasi…….. “Ooooooohhhh……!” ……..crrrrooooooooooooooootttttt ! ia melirih sebentar, mengejang penuh kenikmatan dan rebah di kasur, kontolnya copot dan menjuntai lemas.

Aku masuk kamar mandi membasuh badan, Abdullah ikut masuk dan kami saling menggosok, ia menceboki pantatku dan menelitinya, ia berkomentar :”Wah…bersih ya lubang anusmu !” aku hanya tersenyum. Dasar darah Arab, sambil mandi dan menggosok, kemaluan Abdullah ngaceng lagi, matanya menatapku penuh harapan. Ia sudah mengarahkan kontolnya yang mulai keras ke sela-sela pahaku, tapi aku menolaknya. “Udah ah…..besok aja !” kataku, Abdullah kelihatan kecewa. Ketika kami kembali ke kamar tidur Abdullah bilang :”Kamu belum ejakulasi, ayo saya kocokin !” ia meremas pentilku dan mengisap-ngisapnya, emang betul aku belum ejakulasi, jadi emutannya di pentilku membuat nafsuku kembali muncul.

Aku langsung merebah di ranjang, Abdullah berlutut dan menjelajahi dadaku dengan jilatan nikmat, rasa geli membuat aku blingsatan, ia mengocok kontolku…..ooh nikmatnya…..aku hanya bisa merintih dan memejamkan mata, tiba-tiba secepat kilat Abdul mengangkat paha saya dan menusuk kemaluannya ke anusku lagi……”Oooooooooh !!!!” aku memekik kaget, tangan Abdul terus mengocok kontolku, tapi ia terus saja menusuk kontolnya, ia sempat menggoyangkan pantatnya maju mundur beberapa kali dan tiba-tiba ia menyentak kemaluannya dengan cepat……crrrrrrrooooottt…creeeeetttt !! sekali lagi Abdullah menyemprotkan pejunya di anusku, ia membenamkan saja setengah kontolnya di dalam anus, tangannya kini meremas dan mengocok kontolku dengan cepat……rasa nikmat kembali membuai diriku badanku mengejang dan bergetar…..aku meraih tubuh Abdullah, mendekapnya seperti kesetanan, kontolnya masuk semakin dalam, aku semakin memeluk badannya…….kontolku dikocok semakin cepat “……….aaaaaggghhhhhh !!!!!” pejuku menyemprot deras…deraaaaassssss…….muncrat berkali-kali, tubuh Abdul basah oleh pejuku….berleleran di perutku dan perutnya.

Sekali lagi kami mandi sambil saling memandang dan tertawa…..rasanya seperti anak nakal yang habis bermain di lumpur ! Sambil berpamitan Abdullah memberi tahu besok malam ia mau datang lagi. Ia mencolek pantatku dan mengacungkan jempolnya, lantas ia pulang. Pasti ia puas betul ! dua kali ejakulasi di anusku ! Aku baru sadar ada rasa agak perih…..bayangkan sepotong pisang tanduk baru saja menembus duburku. Malam itu aku tidur nyenyak seperti kerbau mati !

Siangnya aku pergi mencari obat buat seorang tamuku yang sakit perut, Ibu X mencret ! gara-garanya sederhana, Ibu itu makan sepotong roti yang diolesi Yoghurt, belum biasa dan perutnya berontak. Aku masuk ke sebuah apotik, pemiliknya dokter Mesir, usianya mungkin 40an, tapi ia tampan. Orang Mesir di Saudi terkenal sombong-sombong. Begitu juga dokter ini, entah siapa namanya, aku terangkan tamuku sakit perut. Dokter itu mengambil sejenis kapsul dan sebuah benda mirip tampon :”Minum ini langsung 2 butir ! kalau masih buang air musti pakai ini, caranya langsung dimasukkan ke dubur, seperti ini !” jelasnya sambil memperlihatkan dengan jari, ia membentuk huruf o dengan jarinya dan menyisipkan tampon ke dalamnya. Aku menatap jari-jarinya yang di peragakan di depan selangkangannya, mungkin tatapanku terlalu lama di situ. Dokter Mesir itu mengguncang bahuku dengan kasar “Sini aku kasih liat supaya kamu jelas !” katanya, ia mengajak aku masuk ke dalam, ia menyuruhku membalikkan badan serta melepas celana. Aku pikir ia meminta aku menjadi peraga memakai tampon, tentu saja aku menolak. Dokter itu sudah gila, ia mengangkat Gamishnya, ia membungkuk dan memerosotkan celananya, pantatnya nungging di depanku. Aku melongo kaget, ia membalikkan badan menghadapku, dodol Aswannya melambai-lambai hampir ngaceng……ooooh aku tau maksudnya sekarang….ia minta disodomi. Toolku langsung patuh pada pikiranku….eng ing eng !! kontolku langsung ngaceng, aku mendorong dokter gila itu dan menyuruhnya membungkuk, kuarahkan kontol itu ke anusnya…… jllleeeeeeebbb !!! mudah saja masuk, mungkin duburnya sudah sering dimasukkin, eh…bener juga kontolku leluasa masuk dan bergerak di dalam, kupacu pantatku maju mundur, dokter itu memainkan duburnya berkali-kali menyempit, aduh enak juga……hmmmm aku nikmati sambil merem, pikiranku melayang pada Faisal, Arab muda kesukaanku yang tampan dan menggairahkan. Pak dokter juga menikmati goyanganku, ia mengocok-ngocok kemaluannya yang lumayan besar, seperempat jam lebih aku menikmati lubang pantatnya……pak dokter rupanya ejakulasi terlebih dahulu, pejunya nyemprot ke sprei ranjang periksa pasien…nyemprotnya jauh ! Aku masih nggenjot boolnya berkali-kali sampai akhirnya aku mencapai titik klimax………………. preeeeeeeeeeettttttt….preeeeeeettt…..preeeeeettt aku tekan kontolku seenak-enaknya ke anus pak dokter ! ia mendesis-desis dan menggoyangkan pantatnya ke kiri ke kanan. Dilap pakai tissue basah dan dimandiin sedikit ! Selesai deh ! kami berpisah tanpa kata-kata, begitu saja, aku keluar tokonya membawa obat mencret !

Sorenya aku mampir ke sebuah bank, di lantai bawah sebuah pertokoan, niatnya mau narik uang dengan kartu, di pintu aku melihat 3 orang Satpam berjaga, ganteng-ganteng, tapi mereka asli Arab Saudi, kuperhatikan ada beberapa camera mengintai. Seorang Satpam memanggilku pelan katanya : “Masuk di sini, jangan di situ ada kamera !” lantas ia masuk ke pintu di samping ATM, rupanya tangga darurat. Begonya aku koq nurut aja, ia naik tangga dan berhenti di tengah-tengah, tempat di mana tiada orang di situ. Satpam itu paling tinggi, mungkin lebih senior dari dua lainnya, buktinya tingkah lakunya tidak dicurigai atau diikuti temannya. Di tengah tangga itu, ia membuka ikat pinggangnya, celananya diturunkan dan kemaluannya yang masih lemas dikeluarkan. Warnanya hitam kecoklatan, dibatangnya penuh bulu, jembutnya juga dicukur trondol seperti semua lelaki di Arab, tanpa banyak cingcong aku berlutut. Kontol yang masih lemas itu aku jilati, aku kulum-kulum dan….. seperti sulap…sim salabim….. langsung tegang ! nakh ini dia sekarang payahnya mengemut kontol yang ngaceng segede pentungan….. nggak muat di mulut ! apa boleh buat kukulum saja ujung kepala kontol itu, kujilati sambil kukocok. Pak Satpam muda mendesis-desis kepalaku didorong mepet selangkangannya dan …..preeeettt… preeeettt… preeeeet ia ejakulasi, enak banget hanya 3 menit ia sudah muncrat. Peju itu hangat kental dan gurih, daripada bingung aku telan saja dan aku langsung melangkah turun. Satpam tadi membetulkan celananya sambil berteriak sesuatu, sebelum aku mencapai pintu tiba-tiba aku dihadang Satpam lain, ia menghalangi aku lewat, ia mendorong aku sambil membuka retsletingnya……dhuaaaaar…..sepotong kontol langsung melenting dari balik celana itu. Satpam pertama sudah turun dan keluar, kini Satpam kedua langsung minta dilayani “Isap seperti temanku” perintahnya, wah jongkok lagi nikh, Satpam kedua menendang pintu dan langsung membentangkan kakinya, celana dinasnya yang berwarna biru tua sudah merosot sampai lutut. “Ayo…cepat !” katanya sambil memain-mainkan kemaluannya yang semakin panjang dan mengeras, mulutku langsung menganga dan kemaluan Satpam kedua langsung menjejali mulutku, pas banget….untung nggak kegedean…tapi panjangnya lumayan bikin cape ! Semenit dua menit tiga menit aku mengoral alat vital berurat sampai mulutku pegal…..akhirnya ia mendekap wajahku ke kontolnya sambil menyemburkan sperma….sroooooooot…srooooooot…. sroooooot….sroooooot ….creeeeeettt !!! berkali-kali sperma itu muntah, barangkali ia sudah seminggu nahan ejakulasi. Kuteguk saja sperma itu buru-buru, disaat Satpam kedua itu membetulkan celananya, aku buru-buru naik ke atas, mencari jalan keluar dan masuk pertokoan. Aku kuatir Satpam ketiga muncul dan minta dioral..cape deh !!!

Datanglah tengah malam, toko-toko di Saudi Arabia tutup jam 2 malam. Pintu kamarku diketuk, aku gembira, pasti Abdul yang datang. Betul juga, tapi dia datang dengan seorang temannya, kurus tinggi, jenggot dan brewoknya dipangkas rapi, Abdul memperkenalkan si brewok namanya Fawaz. Sesopan-sopannya orang Arab mereka duduk di sofa tetap dengan kaki di atas. Kami ngobrol-ngobrol ringan, kuperhatikan si Fawaz, matanya tajam dan indah, mukanya lama kelamaan enak dilihat, lebih tampan dari Abdullah. Mereka berdua duduk nangkring dengan Gamishnya menonton TV sesekali bicara ini-itu. Di Arab bertamu pada jam demikian adalah sopan, lain dengan budaya kita atau budaya Barat, aku sudah bisa menyesuaikan diri, dulunya sikh kaget banget ! Aku menyuguhkan aneka juice dan kue-kue manis bermadu. Abdullah sambil minum memberi kode dengan matanya, ia kemudian duduk di tempat tidurku. Aku diam saja melihat TV sambil mengamati Fawaz dari jauh, tak lama kemudian Abdul sudah terlentang telanjang, ia meremas-remas membangunkan toolnya yang kayak pisang tanduk itu. Abdul sudah nggak sabar, ia memanggil saya :”Sini donk honey…..kekasihku…..ayo kita merajut cinta ! Aku memang rindu mencium toolnya yang seperti dinosaurus itu, aku menghampiri ranjang dan langsung saja kontol itu aku timang-timang dan kupeluk mesra, kepala toolnya aku cium-cium dan kumainkan dengan lidah ! Tooeeeeeeng ! memang asli kontol Arab…….sebentar dicium dan dijilat langsung tegang keras ! aku jadi makin girang, meski sudah dapat banyak kontol hari ini tapi Abdullah punya is the longest ! nggemesin !

Eh lagi seru-serunya nyiumin tool Abdul, temennya si brewok nimbrung, naik ke ranjang dan melepas Gamish, ternyata punya Fawaz buesaaaaaaaaaar…… astagaaaaaaa…..persis yang ada di film-film bokep ! tool yang biasa menggarap lonte-lonte blonde dengan toket segede semangka. Kalau dijejerkan tool dua anak muda itu seperti angka 10 ! yang satu panjang nggak kira-kira, yang satu gede nggak tanggung-tanggung ! bingung…bingung….aku bingung….pusing… pusing…aku pusing….harus kupilih yang mana ? dua-duanya plontos tak berjembi ! dua-duanya lucu dan menggairahkan ! dua-duanya udah keras…..akh daripada bingung daripada pusing kedua kontol itu aku jilat bergantian …….yang satu meringkik yang satu mendesah…! Inilah The Kontol Night ! mengisap 2 kontol sekaligus di atas ranjangku, kepalang tanggung aku telanjang juga, merangkak di atas tubuh-tubuh pemuda Arab mengemoti dan menjilat kepala kontol super dupper, deeper and deeper ! suara ludahku dan kocokan kontol yang sudah basah oleh ludah membuat kamarku seperti rumah bordil ! Yang punya kamar juga kegatelan lompat sana loncat sini, dua pemuda Arab menarik badanku ganti-gantian…..seru deh !

Abdullah sebagai pembawa teman merasa dia lebih berhak melahap tubuhku lebih dulu, ia mendorong Fawaz dan melepas toolnya dari mulutku, Abdul lantas menunggingkan badanku……ia meludah di lubang anusku….cuih ! diratakannya ludah itu dan dislesepkan ke anusku.Pelan-pelan ia coblos lubang suci kenikmatan itu dengan kepalanya…..gampang aja masuk dan…jangan salah !…..mulailah ia mendorong batang toolnya dengan ganas…..clep…clep…clep… clep…! kontol itu becek dengan ludah, suaranya bikin Abdul makin bernafsu ! Gerakan maju mundur pantatnya makin cepat bahkan ganas ! Fawaz menatap persetubuhan dua insane ini sambil mengocok-ngocok kontolnya, ia menyeriangai, matanya melotot. Mungkin ia seperti tersihir, ia mendekatkan kontolnya ke wajahku yang nyaris telungkup, mulutku dingangakan dan kemaluannya yang seperti terong disorongkannya ke dalam. Busyeeeeet !! nggak muat Jack ! diisap-isap ajalah jadinya, dijilat-jilat sampai Fawaz mendengus seperti orang ingusan ! Ia mengangkang dan meletakkan selangkangannya persis dihadapan mulutku, bijinya kujilatin, ia meringkik, bijinya kumasukkan mulut, ia menjerit….”Enaaaaaakkkkk……ennnnaaaaaaaakkkkk !!!!” kontolnya kukocok-kocok, jilatanku sampai ke balik bijinya, duhai rimbun nian hutan belantara Bedouin ini ! lidahku terjerat diantara bulu-bulu dipantatnya ……… eit…… goyangan Abdul semakin menderu, pegangannya diperutku semakin kencang dan rapat, nafasnya semakin cepat “aaaah…..aaaaaahhhh ……..aaaaaaah” rasa perutku yang mulas udah nggak karuan hilang saat menatap bulu di paha, perut dan…… biji salaknya !

Tiga menit Abdul hampir ejakulasi…….pantatnya dipepetkan ke anusku, ia menahan sekuat tenaga supaya nggak ngecret…..”Iiiiiiiiiiiihhhh……iiiiiiihhhh” ia meringkik, aku sentak kontol dalam anusku dan kuempot-empot sambil goyang ke kiri ke kanan maju mundur, Abdul melolong…….”Ooooooooohh !!” jebol sudah pertahanannya. Pejunya menderu-deru dalam anusku……breeeeet…..breetttt !!! duuuh rasanya ada banjir hangat-hangat membuatku menjadi bergairah.

Kini bebaslah aku melayani kemaluan si brewok……kugarap alat vital Fawaz sampai ia meringkik, kuremas batangnya, kepala kontolnya aku jilat dari puncak sampai ke pinggirnya, nyam…..nyam….nyam…nyam kugigit-gigit halus sambil kuklomot. Fawaz melonjak-lonjak kegelian dan kepalaku diguncang-guncangkan saking keenakan. Tadinya aku mau kocok dan kuselipkan paha, tapi Fawaz lebih suka menyemprotkan pejunya dianusku. Ia memepetku dari belakang dan mendesakkan kontolnya ke lubang duburku yang licin oleh peju Abdul. Kepala toolnya bulat segede tomat…..akhirnya njeblos ke dalam anus…….. ”Aauuuuuw….!! ” aku menjerit kesakitan, rasanya boolku sesak, apalagi ketika batangnya mulai didorong ke dalam, sakitnya menjadi-jadi. Perutku langsung melilit, sebelumnya dipompa Abdul sampai perutku kembung, sekarang didorong benda dengan volume lebih besar. Aku sampai terkentut-kentut…….bahkan akhirnya tinja dari perutkupun ikut terdesak dan njebret keluar. Fawaz rupanya termasuk jenis penikmat seks yang aneh. Ia sangat senang melihat taiku melekat membasahi batang toolnya. Ia berseru girang :”Aaaaaa……aaaaa……!!” wajahnya bersinar-sinar ceria, goyangannya semakin mantap……! Belum lama ia bergoyang dombret ia meletuskan air maninyaaaaaaaaaa…….disodoknya toolnya dalam-dalam penuh perasaan…..”Uuuuuuuhhh….uuuhh !” creeeeeeeeettttt…….creeeeeeeeetttt !!! sekali lagi banjir peju melanda anusku dan berkecipak meleleh keluar membasahi jembut, biji dan selangkangan Fawaz, pahaku dipenuhi cairan yang aneka warna.

Fawaz mengelus-ngelus punggungku, toolnya masih nancep ! dan tidak mau dilepas ! dasar Arab jahanam ! Fawaz mendorong dan menggoyangkan lagi kontolnya, setiap ia mendesakkan toolnya sejumlah cairan dari anusku berlomba-lomba melompat keluar, entah apakah itu sperma kolaborasi Abdul dan Fawaz atau tai dari perutku ! Tapi Fawaz senang dan menikmati seks bercampur tinja ! Gila ! Kontol Arab dalam anusku rupanya tidak lemas-lemas juga, Fawaz masih kuat nggenjot ! masih tetap dengan posisi yang sama ia mendorong dan menarik alat vitalnya berkali-kali, semenit dua menit aku menahan nafas dan menahan mulas, kali ini saking beceknya Fawaz lebih leluasa bergoyang, clepak clepok clepak clepok……anusku sudah becek sekali….Fawaz mendekap pinggangku dan merangsek duburku lebih cepat. Aku heran ini Arab muda koq kuat bener ! daripada tanggung aku ikut menggoyang-gayangkan pantatku supaya Fawaz cepat ejakulasi…….. ”Hmmmmm……..oooooohhh !!” Fawaz keenakan dan mengobrak abrik anusku lebih buas, taiku berhamburan ! Akhirnya pada menit keempat Fawaz meledakkan peju kedua kalinya…….creeeeeeeettt….creeettt !! Tubuh Fawaz terjerembab di atas punggungku ! aku jatuh ke kasur, capek, pegal, linu dan meriang ! Sebentar terengah-engah, Fawaz lari ke kamar mandi, aku menyeka pantatku dengan sprei dan lantas menggulungnya sekalian. Spreiku kotor tak karuan. Aku lantas mandi menyusul Fawaz, ia mengacungkan jempolnya dan berseru :”Toooop……benar-benar memuaskan !!

Selesai mandi aku membuka lemari mencari baju bersih……tangan Abdul sudah mendekapku dari belakang. Kemaluannya digeser-geser ke pantatku yang tertutup handuk. Mampus deh ! kapan aku bisa istirahat ? Aku membalikkan badan dan memaki Abdul :”Gila kamu !!! kamu pikir pantatku WC ? kasih kesempatan aku istirahat donk !” Abdullah rupanya tersinggung, ia menarik badanku dengan kasar dan dijatuhkan ke karpet, ia menindihku, katanya :”Kamu harus layani aku sekali lagi……atau kamu saya laporkan sebagai homo ke polisi !” ia mengancam, aku menghindari himpitannya :”Lapor sana, aku akan teriak ! kamu yang akan ditangkap karena memperkosa aku !” jawabku nggak mau kalah dan balas mengancam. Abdul menunjuk Fawaz :”Dia saksiku ! kamu nggak punya saksi, ladeni aku atau kami berdua lapor polisi Kerajaan !”…….wah ! aku jadi ragu, enaknya gimana ya ? Dasar sial ! si Fawaz ikut-ikutan mengancam :”Ya, kamu nggak punya saksi, kalo kamu nggak nurutin dia, kami lapor polisi Kerajaan !” Ia lantas mendekat dan menginjak kedua tanganku. Melihat aku ragu-ragu dan diam tak bisa bergerak Abdul langsung melumat pentilku, perutku dicium-cium dengan ganas, mulutnya menciumi jembutku, tangannnya mengocok kontolku yang masih lemas. Aku masih ketakutan jadi kontolku nggak ngaceng-ngaceng, Abdul meludahi kontolku dan meremas-remasnya, rasa geli mulai melanda kemaluanku, pelan-pelan jadi ngaceng dan tegang. Abdul menindih dan menyelipkan kemaluannya di selangkanganku, tiba-tiba ia jongkok dan meludahi celah-celah pahaku..cuih….cuih… Lantas ia naik lagi sambil mengempitkan kontolnya dipahaku. Digoyangnya kontol itu naik-turun, sementara Fawaz yang kurang ajar itu diam-diam mengocok kontolnya sambil memandang persetubuhan Abdul dan aku. Kontol Abdul yang super panjang menyentuh karpet yang kasar, jadi Abdul menyuruh aku berdiri menghadap dan berpegangan dinding lemari. Kemaluannya langsung dijebloskan dalam anusku lagi, busyeeeeeeetttttt ! gara-gara dapet cincin aku harus disiksa kontolnya berulang-ulang. Abdullah seperti orang lama nggak ngentot ! tubuhku ditekan dan anusku dihajarnya sesuka hati, untung saja hanya sebentar. Abdullah ngecret nggak sampai dua menit. Pisang tanduk itu menyemprotkan air mani lagi……..creeeeeeeeeeeeettttttt !!!!!! ditekannya tool itu dalam-dalam sambil menyemburkan cairan lendir yang lengket ! Abdul sudah terpuaskan sekali lagi……senyum di bibirnya begitu happy !

Fawaz kini menatapku ……..sialan Arab brewok itu, aku merasa lemas harus meladeninya lagi. Brewok dan jambangnya digeser-gesernya di pipi dan perutku sampai aku kegelian, eh…..brewoknya turun ke dadaku, pentilku jadi mengeras kena gosok jenggotnya. Selagi aku memekik kegelian Fawaz menyelipkan terongnya ke sela-sela pahaku, digeseknya sebentar, tiba-tiba ia melepas kontolnya dan menyuruh aku mengisapnya. Belum sampai dimulutku, kemaluan itu sudah berdenyut-denyut seperti mau pecah…….breeeeeetttt !! pejunya berhamburan.

About sobatabc

I'm just an imperfect man.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s